Populer

Mutiara Butuh Uluran Tangan Dermawan

- Advertisement -

LABUHANBATU, impresinews.com,- Orang tua Mutiara berharap tumor pada bagian perut anaknya dapat segera disembuhkan. Hampir setahun bocah malang tersebut harus menahan derita.

Mutiara sempat dirujuk ke salah satu rumah sakit di Kota Medan, namun karena keterbatasan biaya pihak keluarga terpaksa membawanya pulang kembali.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Ayah Mutiara harus bekerja serabutan. Sementara ibunya menjajakan sayur keliling kampung dengan penghasilan yang tak menentu.

Saat ini Mutiara hanya bisa terbaring lemah di kediamannya orang tuanya Dusun Gabuk, Desa Tanjung Medan, Kecamatan Kampung Rakyat, Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

Menerima informasi derita yang dialami Mutiara, personel Polres Labuhanbatu Leting TFTT (The First Two Thousand and Three) menjenguk langsung di kediamannya, Minggu (4/7).

Selain memberikan semangat dan penghiburan, Bintara Polri angkatan tahun 2003 gelombang pertama yang bertugas di Polres Labuhanbatu juga memberikan bantuan.

“Kami dapat info dari masyarakat bahwa ada seorang anak kecil yang menderita penyakit tumor di bagian perut. Untuk itu kami mengadakan bakti sosial ke rumah adik Mutiara,” kata Aipda Indra Dani, salah seorang personel Polres Labuhanbatu Leting TFTT.

Indra menceritakan kondisi Mutiara sangat memprihatinkan. Di mana tumor yang hinggap pada bagian perutnya terus membesar dan hanya bisa terbaring di tempat tidur.

“Kondisinya sangat memprihatinkan, tubuhnya yang masih kecil harus menahan rasa sakit seperti itu,” ucapnya sedih.

Ia berharap ada lagi orang-orang yang tergerak memberikan bantuan untuk kesembuhan Mutiara.

“Mari kita mendoakan semoga adik kita mutiara cepat sembuh, dan apa yg kami berikan bermanfaat. Kiranya ada lagi orang-orang yang tergerak untuk membantu adik kita ini,” harapnya.

Untuk disampaikan kunjungan personel Polres Labuhanbatu Leting TFTT juga bagian dari ungkapan rasa syukur atas kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi serta pengabdian dinas 18 tahun dalam peringatan HUT Bhayangkara ke-75, yang dirangkai dalam kegiatan bakti sosial.

Sementara itu di tempat yang sama orang tua Mutiara menceritakan keadaan ekonomi keluarga mereka yang kurang mampu untuk membiayai pengobatan anaknya.

“Sudah hampir setahun pak anak saya mengalami sakit ini, dan sudah pernah dibawa berobat ke Medan. Tapi karna tidak ada biaya jadi kami bawa pulang lagi Pak, bapaknya kerja mocok-mocok, sedangkan saya ibunya kerja par along-along,” ucapnya sambil meneteskan air mata.

Ia sangat berharap ada bantuan dari pemerintah dan juga orang lain untuk biaya pengobatan anaknya.

“Saya berharap anak saya sembuh kembali dan kembali ceria bermain bersama teman-teman sebayanya,” ucapnya. (Aiman)

TINGGALKAN KOMENTAR

- Advertisement -

Baca Juga