Imbas Gagal Panen, Harga Beras di Kota Serang Melonjak
KOTA SERANG,- Harga beras di wilayah Kota Serang terus merangkak naik tiap harinya. Kenaikan harga beras tersebut mulai dirasakan dalam dua minggu terakhir.
Dimana saat ini, harga beras medium sudah mencapai 13.300 dan Rp. 14.500 untuk beras premium
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi dan Perindustrian Kota Serang Yayan mengatakan, harga beras di pasaran naik Rp. 100 rupiah dalam tiap harinya
“Tiap hari itu naik 100 rupiah jadi kalau sebulan 3.000,”saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (29/09)
Yayan mengatakan, Naiknya harga beras lantaran di beberapa hektare pertanian mengalami gagal panen karena faktor iklim El Nino. Sehingga stok padi kering semakin berkurang.
“Katanya stok gabah nya tidak ada,Pengaruh elnino juga katena dengan kekeringan, panen juga tidak maksimal,” katanya
Namun begitu, Yayan mengatakan pasokan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang disediakan oleh Bulog berada dalam jumlah yang aman hingga Desember 2023.
“Stok beras aman hingga desember. Secara stok sebenarnya ada, cuma harganya yang tinggi,” katanya
Yayan memprediksi, kenaikan harga beras di pasaran akan berlanjut hingga Desember 2023.
“Diprediksi hingga desember kalau memang kekeringannya hingga desember,”
Yayan juga mengatakan, dengan naiknya harga beras akan menjadi salah satu faktor penyumbang inflasi di Kota Serang
“Akan jadi Salah satu penyumbang inflasi. Cuma kan kami mencoba telusuri saya tanyakan pasti penyebabnya rata rata itu gabahnya sulit,” katanya
Oleh karena itu, yayan mengaku pihaknya terus melakukan kegiatan Operasi pasar untuk menekan angka inflasi di Kota Serang.
“Operasi pasar tapi untuk pemanggulangan lebih lanjut tidak serta merta dilakukan oleh diskoperindang, mungkin ada beberapa dinas juga yang harus berkecimpung,” ujarnya mangakhiri (Nani)









