Populer

Waduh, Katanya Dirazia !!! Tapi Lokasi Tambang Emas Ilegal di Goa Boma Bengkayang Memakan Korban Lagi

- Advertisement -

Bengkayang_Kalbar,impresinews.com,-Tambang Emas Ilegal yang berada di Desa Goa Boma, Kecamatan Monterado, Kabupaten Bengkayang kembali memakan korban.

Diketahui setidaknya ada 6(enam) orang yang meninggal ditempat akibat tertimbun tanah pasir dan material Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI), yang terjadi pada Rabu (13/4/2022) sekitar pukul 14.00 Wib yang lalu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga setempat, bahwa korban awalnya berjumlah 9(sembilan) orang namun ada 3 (tiga) orang yang mengalami cindera. Enam orang meninggal karena telah tertimbun tanah dan pasir di dalam lubang Dompeng/PETI saat sedang melakukan aktivitas penambangan.

Kemudian para pekerja yang meninggal dunia tersebut terdiri dari 4 (empat) orang berasal dari daerah Singkawang dan 2(dua) orang berasal dari daerah jangkang kabupaten Sanggau Kapuas.

Saat ditemui Kepala Desa Goa Boma Amdan,S.pd membenarkan kejadian enam orang meninggal akibat tertimbun tanah di lubang Dompeng tersebut.

“Iya benar, tapi sampai saat ini saya belum dapat informasi nama-nama yang meninggal akibat tertimbun tanah di lubang Dompeng itu. Dan enam orang korban tersebut bukan warga saya. Karena enam orang korban itu tidak pernah melaporkan ke saya atas kehadiran mereka di desa saya,” jelas Kades Goa Boma, Amdan.Kamis (14/4/2022).

Ia juga mengatakan, semenjak di tahun 1992 kegiatan Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) sudah ada. Dirinya juga mengakui pemerintah dari Bupati sampai Kepala Desa untuk saat ini tidak berani memberikan Somasi ke pihak pengelola Penambang Emas Tanpa Izin (PETI).

“Jangankan saya sebagai kepala desa,Polda juga yang turun ke lokasi tidak pernah mau di dengar oleh pihak pengelola Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) karena mereka merasa ada yang telah membekingi mereka sampai saat ini,” ungkap Amdan

Selanjutnya ia juga menambahkan, kalau kejadian di tahun 2021 lalu sangat serupa dengan kejadian tersebut. Meskipun lokasi kejadian di tahun 2021 lalu bukan wilayahnya melainkan di Kelurahan Sagatani,Kota Singkawang, tetapi kejadian itu sama tragisnya.

“Sebenarnya lokasi kejadian saat ini tidak jauh dari kejadian tahun lalu, tapi tahun lalu masuk area Singkawang dan tahun ini di wilayah Bengkayang,” tutur Amdan, Kades Goa Boma.

Saat di konfirmasi pihak Polres Bengkayang Polda Kalimantan Barat melalui Kasatreskrim IPTU Ambril terkait kejadian tersebut, Kamis (14/4) sampai hari ini Jumat (15/4) tidak merespon.

(Ij/FA/Tino)

TINGGALKAN KOMENTAR

- Advertisement -

Baca Juga