Wisuda Purnabakti Pengayoman, Tradisi Baru Kemenkumham

JAKARTA, Impresinews.com,- Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Republik Indonesia, Yasonna H Laoly mengukuhkan 1.076 Wisudawan dan Wisudawati Purnabakti Pengayoman, Senin (1/8/22).
Prosesi wisuda Purnabakti Pengayoman ini merupakan terobosan baru yang akan menjadi tradisi Kemenkumham dalam melepas insan-insan pengayoman terbaik yang telah melewati purnatugas (pensiun).
Wisuda Purnabakti Pengayoman akan dilaksanakan secara berkesinambungan menjadi sebuah tradisi baru yang masuk dalam kalender tahunan sebagai rangkaian perayaan Hari Kementerian Hukum dan HAM ‘Hari Dharma Karya Dhika’ (HDKD).
Tahun ini, dari 1.076 orang memasuki Purnabakti, sebanyak 78 orang mengikuti wisuda secara tatap muka di Graha Pengayoman, Jakarta. Selebihnya, 998 orang lainnya mengikuti wisuda secara virtual di daerah tugas masing-masing dan berlangsung penuh khidmat.
Sekjen Menkumham Andap Budhi Revianto mengatakan, pegawai yang telah purnatugas akan menerima piagam sebagai tanda telah lulus melaksanakan pengabdian dengan baik di Kemenkumham.
Para Wisudawan dan Wisudawati selanjutnya mengikuti prosesi pelepasan melalui Upacara Pedang Pora, dengan cara melewati pasukan Taruna Poltekip/Poltekim.
“Kegiatan dilaksanakan dengan formasi payung pedang membentuk gapura yang merupakan rangkaian pedang kehormatan,” ungkap Budhi, Selasa (2/8)
Ia menjelaskan Wisuda Purnabakti Pengayoman tersebut sebagai wujud penghargaan serta ungkapan rasa hormat yang tulus dari segenap keluarga besar Kemenkumham kepada para pegawai yang telah selesai melaksanakan pengabdiannya.
Dedikasi yang tinggi dari para Wisudawan dan Wisudawati ini, kata Budhi, patut mendapatkan penghargaan yang setimpal atas jasa-jasa mereka dalam menjalankan tugas, pelayanan dan pengabdian pada masyarakat, bangsa, dan negara.
Budhi menyampaikan ungkapan terima kasih dan apresiasi dari seluruh jajaran Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia atas berbagai capaian prestasi, dedikasi, dan pengabdian yang telah diraih dengan baik.
“Kami juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas keteladanan yang ditunjukkan selama menjadi Abdi Pengayoman,” kata Budhi.
“Selamat melanjutkan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara pada dimensi yang berbeda,” imbuhnya.
Lebih jauh, Sekjen Menkumham menyampaikan, purnabakti bukan akhir dari sebuah pengabdian, tapi menjadi langkah awal mendedikasikan diri sepenuhnya pada masyarakat.
“Teruslah berkarya, memberikan nilai-nilai keteladanan serta menjadi sumber inspirasi positif dalam interaksi sosial. Tetap tunjukkan prestasi hebat di masyarakat sebagai Wisudawan dan Wisudawati Purnabakti Pengayoman,” tutupnya. (Aiman)









