Wakil Ketua DPRD : Kehadiran Terminal Tipe A di TTU Bangkitkan Ekonomi Baru

Kefamenanu,impresinews.com, – Wakil Ketua DPRD TTU Agustinus Tulasi SH mengatakan kehadiran terminal tipe A di Timor Tengah Utara,menjadi pusat otorita baru dan daya ungkit yang bisa memicu pertumbuhan ekonomi baru di wilayah perbatasan.
Gusti menyebutkan bahwa Terminal Terminal Tipe A di TTU sudah standar Internasional karena berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste.Oleh karena itu menjadi daya ungkit pemicu pertumbuhan ekonomi baru di wilayah perbatasan yang paling efisien dan efektif di TTU karena letaknya sangat sentral,”pungkasnya kepada awak media Rabu (13/10)
” Saya menginginkan agar itu menjadi pusat otorita baru.Kalau Timor Leste pusat otoritanya di Oecusi maka saya memandang indonesia otorita barunya ada di Timor Tengah Utara,”sebut Politisi Berlambang Beringin.
Maka itu menurut Politisi Golkar TTU kehadiran dua Pos Lintas Batas Negara,(PLBN,red),yakni PLBN Napan dan PLBN Wini itu menjadi pemicu daya ungkit agar kehadiran terminal internasional bisa melancarkan arus transportasi keluar masuk barang dan orang yakni dari timor leste- Kefa dan kefa – kupang.
“Sehingga jalur trans internasional ini kemudian menjadi pemicu pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah ( PAD) di TTU tetapi ada syaratnya,” imbuh Gusti.
” Tadi kami sudah mendengar banyak,dari anggota atau pimpinan komisi IV DPRD NTT,bahwa sesungguhnya masalahnya selain hibah tanah dari pemerintah dareah dari ke pemerintah pusat,kita mau supaya ada multiplayer efek, agar kita di kabupaten TTU membuka atau membangun terminal- terminal tipe c di sekitaran terminal internasional itu,”tegasnya.
Dikatakan, terminal ini standar internasional maka orang pasti akan datang banyak,kalau minim terminal tipe c maka ini akan menjadi keluhan baru nanti lalu pemerintah daerah akan segera meresponnya,”
” Saya selaku pimpinan DPRD TTU bersama dengan pimpinan komisi dan semua anggota akan bertemu bupati dan akan menyampaikan beberapa point rekomendasi untuk segera ditindaklanjuti.
Gusti meminta Pemda segera memediasi sedemikian rupa agar membebaskan lahan itu dan menyerahkan ke pemerintah pusat sehingga mereka melanjutkan pembangunan yang ada,” pintanya.
Terus terang, Katanya pihaknya mau agar komplek perumahan BTN atau kilometer 9 ini bisa menjadi pusat ekonomi baru di TTU. Walaupun di situ ada UNIMOR yang akan menunjang soal penginapan- penginapan.
Akan tetapi katanya seperti apa yang disampaikan Pak Alek Foenay bahwa kehadiran Perumahan BTN pemda harus menangkap peluang itu
” Kami sangat senang karena hadir bertemu dengan komisi IV DPRD NTT serta mendengar langsung sehingga terdapat poin- poin yang kita masukan. Sehingga DPRD bersama pemda TTU akan menindaklanjuti dan membuka permasalahan ini sehingga harus ada hasil dan secepatnya dituntaskan,”tutupnya. (Arnold)









