Nasional

Vidio Roy Suryo Tertawa Ceria, Ferdinand Hutahaean: Benar Enggak Sih itu Dia?

- Advertisement -

Jakarta, Impresinews.com,- Direktur Eksekutif Indonesia Police Monitoring, Ferdinand Hutahaean turut menanggapi atas berdarnya vidio tersangka dugaan penistaan agama Buddha, Roy Suryo yangterlihat ceria saat mengikuti touring sebuah komunitas mobil Mercy.

Menurutnya, vidio tersebut menjadi tamparan bagi pihak Kepolisian Republik Indonesia khususnya Polda Metro Jaya.

Vidio itu juga dinilai dapat menyakiti rasa keadilan publik khususnya umat Buddha atau setidaknya pihak pelapor yang melaporkan Roy Suryo ke Polisi atas dugaan penistaan agama.

Seperti diketahui sebelumnya, penangguhan penahanan terhadap Roy Suryo karena alasan kesehatan dan kooperatif.

“Seolah Roy Suryo pamer diri kepada publik bahwa dia adalah orang sakti yang tak bisa ditahan oleh Polisi,” kata Ferdinand, Selasa (2/8).

“Stigma ini akan menjadi gambaran dipublik bahwa penegakan hukum yang dilakukan oleh Polri masih tebang pilih dan tidak berkeadilan,” kata Ferdinand.

Ia mengatakan, seharusnya penetapan tersangka terhadap Roy Suryo dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun diikuti dengan penahanan. Namun pihak kepolisian seolah memberikan pengecualian.

“Kami sangat menyayangkan peristiwa ini, memalukan sekali. Roy Suryo tampak tak terganggu sama sekali dengan proses hukum yang dia jalani dan tampak dalam keadaan sehat karena bisa tertawa lebar tanpa ada masalah,” ujarnya.

Setelah melihat vidio tersebut, Ferdinand mengaku janggal dan aneh, ketika seorang yang menggunakan penyangga leher bisa tertawa lebar.

“Ini benaran ngga sih Roy Suryo menderita sesuatu penyakit yang membuat dia harus gunakan penyangga leher atau itu hanya kamuflse untuk memanipulasi kenyataan? Masa orang dengan penyangga leher tidak terganggu tertawa lebar?” sebut Ferdinand.

Dia pun menyarankan kepada Penyidik Polda Metro Jaya agar segera menjemput Roy Suryo dan melakukan penahanan agar rasa keadilan publik tidak dipermainkan seperti ini.

“Malu kita sebagai bangsa yang mengaku sebagai negara hukum tapi justru mempermainkan hukum,” ujar Ferdinand. (Aiman)

TINGGALKAN KOMENTAR

- Advertisement -

Baca Juga