Nasional

Tidak ada Itikad Baik, Korban Beasiswa Bidikmisi desak Polres Bengkayang Tangkap Pelaku

- Advertisement -

Bengkayang_Kalbar, impresinews.com,- Orang tua Siswa yang menjadi korban Program Beasiswa Bidik Misi yang kini kasusnya sudah di tangani Polres Bengkayang, menceritakan terkait kasus penipuan yang menimpa mereka tersebut.

Dia adalah Rafael salah satu orang tua dari siswa yang menjadi korban penipuan beasiswa berkedok Bidikmisi di Kecamatan Samalantan. Dalam hal ini dirinya selaku orang tua merasa kesal karena apa yang telah di janjikan oleh pelaku tersebut hingga saat ini tidak terealisasi, padahal biaya pengurusan beasiswa Bidikmisi tersebut sudah kami serahkan kepada para pelaku.

” Ya.. sampai saat ini dan detik ini pun belum di kembalikan dana yang telah kami berikan,” kata Rafael saat ditemui di kediamannya. Kamis (13/1/22).

Orangtua korban tersebut pun bercerita, bahwa masalah yang menimpa dirinya bersama puluhan bahkan ratusan orang itu, sudah dilaporkan dengan pihak berwajib melalui Polsek Samalantan.

” Kami juga sudah menyampaikan kepada pihak yang telah mengambil uang kami pada waktu, tapi sampai sekarang tidak ada itikad baik dan mengembalikannya sudah 2 Tahun ini,” ungkapnya.

Kasus yang sedang bergulir ini, telah sampai ke penyidik polres Bengkayang. namun, kata Rafael, sampai saat ini belum juga ada titik terang dari masalah tersebut. Ia berharap Polres Bengkayang bertindak dengan cepat menangani atau menindak laporan itu, karena menurutnya bukti bukti sudah kuat.

” Kalau seperti ini sampai kapan kasus ini akan di selesaikan, waktu itu kami juga pernah panggil salah satu partai politik yang Sekarang duduk sebagai anggota DPRD Provinsi. Namun hingga kini juga tidak ada titik terang maupun solusi yang kami dapatkan,” terangnya.

“Bahkan kami juga sudah menghadap ketua DPRD kabupaten Bengkayang secara pribadi, tetapi sampai hari ini belum juga ada hasil yang dikabarkan,” beber Rafael.

Sebagi orang tua korban dengan masalah ekonomi yang menengah kebawah, yang dikategorikan kurang mampu. Ia berharap kepada semua pihak terkait, serta pihak berwajib agar dirinya dan beberapa orang tua yang menjadi korban dari keluarga miskin. Sebagai warga Negara Indonesia yang menjunjung tinggi nilai Pancasila berhak mendapatkan keadilan serta perlindungan hukum yang sama.

” Kami juga berhak mendapatkan Keadilan Hukum, kami Sebagi orang miskin duit yang diberikan itu sangat besar nilainya. Apalagi terkait pendidikan anak kami, apapun kami lakukan. Dan saya berharap Polres Bengkayang serius menangani kasus ini,” pinta Rafael.

Tarif Beasiswa Bervariasi dari 2,7 juta sampi 5 juta

Disaat bersamaan hal senada juga di alami dan diungkapkan oleh warga Samalantan Bengkayang bernama Nicolaus Joni orang tua korban. Dirinya juga tertipu oleh pelaku dengan iming-iming beasiswa perguruan tinggi Bidikmisi.

“Kami juga sudah melaporkan hal yang sama dengan yang dilaporkan oleh pak Rafael untuk kasus yang sama juga,” kata Joni.

Tak mau berkata banyak, ia hanya minta keadilan hukum. Menurutnya sampai saat ini apa yang telah ia laporan hampir tidak direspon dan ditangapi oleh pihak yang berwenang terutama pihak kepolisian Polres Bengkayang.

Joni pun menerangkan, prihal laporannya tersebut sudah berjalan satu tahun, yakni di Tahun 2021 lalu. Kemudian Ia pun merincikan kerugian yang telah dialaminya bahkan korban lainnya

“Kalau di hitung perorang kisaran 2,7 juta dan ini bervariasi bahkan ada yang sampai 5 juta perorangan, untuk sementara sih yang saya tau jumlah korban ada sebanyak 305 orang,” terang joni.

Pihaknya yang menjadi korban penipuan Beasiswa Bidikmisi mendesak agar masalah ini segera di tuntaskan, karena sudah banyak korban yang menjadi kebohongan pelaku.

” Bahkan anak kami ada yang sampai putus asa, hingga putus sekolah gara-gara menunggu kepastian beasiswa itu. Dan akhirnya tak ada jalan lain ada yang memutuskan untuk menikah di usia muda,” pungkasnya.

Polres Bengkayang Sedang Lakukan Penyelidikan Kasus Beasiswa Bidikmisi Bengkayang

Sebelumnya telah di beritakan Tahun 2021 lalu, melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bengkayang. Pihaknya sedang menangani kasus laporan penipuan yang berkedok beasiswa Bidikmisi, kejadian itu diketahui dilakukan oleh oknum yang di duga berinisial Z yang merupakan warga di wilayah kabupaten Bengkayang.

Kapolres Bengkayang AKBP. NB Darma, SIK, MH, melalui Kasatreskrim AKP Antonius Trias Kuncorojati, SH, dalam keterangannya mengakui masih mempelajari dan mendalami kasus yang sedang bergulir ini. Ia menjelaskan, pihaknya sudah menerima laporan terkait penipuan ini pada bulan Maret yang lalu.

” Sudah ada korban yang melaporkan kejadian tersebut. sekarang kami masih mendalami kasusnya ini seperti apa,” terang Kasat Reskrim kepada Impresinews.com. Rabu (7/7/2021).

Ia menjelaskan, modus penipuan berkedok beasiswa Bidikmisi ini sudah berjalan selama kurang lebih 3 Tahun, yaitu pada tahun 2018-2020. Pelaku saat menjalankan aksinya kepada korban dengan memberikan iming-iming tertentu. Setelah korbannya percaya dan mengikuti kemauan pelaku, pelaku lantas meminta sejumlah uang yang bervariasi mulai dari 2,7 juta dan seterusnya untuk pengurusan beasiswa perguruan tinggi tersebut.

“Oknum ini meminta uang untuk biaya pendaftaran, jasa almamater dan lainya, padahal kalau namanya beasiswa tidak di mintai duit. Dan lebih parahnya korban sudah menyetor uang tetapi malah masuk kuliah anaknya tidak dapat beasiswa yang di janjikan,” kata kasat

Penipuan yang dilakukan oleh Z ini juga mengatasnamakan bahwa program tersebut adalah program partai, dan salah satunya perguruan ditunjukan di STIE Budi Utomo Pontianak, padahal kalau beasiswa adanya dari pemerintah dan perusahaan saja,” jelasnya.

Antonius Trias Kuncorojati juga mengatakan, bahwa kemungkinan kasus ini bersindikat yang bukan hanya di lakukan oleh oknum terlapor di Bengkayang saja, melainkan melebar di beberapa daerah di Kalbar.

” Pelaku ini dia memperkerjakan oknum-oknum yang lain, nanti ada yang bertugas merekrut korban di daerah lain selain di Bengkayang,” ungkap Kasat

Selama sudah 3 Tahun berprofesi sebagai spesialis tipu Beasiswa Bidikmisi. Diperkirakan pelaku sudah meraup keuntungan ratusan juta rupiah kepada korbannya, karena diketahui dengan nilai pendaftaran jutaan rupiah dan korban yang lebih dari satu.

“Kerugian di taksirkan ratusan juta, karena banyak orang dan bukan hanya di lakukan di Tahun 2020 saja, untuk saat ini kita akan lakukan pengecekan di STIE Budi Utomo Pontianak,” ucapnya.

Kasat Reskrim juga mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap modus penipuan yang kerap terjadi dengan mengatasnamakan partai dan instansi lainnya.

Alangkah lebih baiknya dicek terlebih dahulu apakah benar jalur tersebut dan kalau bisa ditanya disekolah atau perguruan tingginya biar tidak terjadi penipuan seperti ini,” imbuh Kasat.

(Tino)

TINGGALKAN KOMENTAR

- Advertisement -

Baca Juga