Nasional

Sekertaris DAD Provinsi Kalimantan Barat, Glorio Sanen : DAD harus Menjadi Garda Terdepan Bagi Masyarakat Adat

- Advertisement -

Bengkayang _Kalbar,- Saat menghadiri kegiatan Musyawarah Adat Dayak Ke IV Kabupaten Bengkayang, Sabtu (06/11). Sekertaris Dewan Adat Dayak Provinsi Kalimantan Barat, Glorio Sanen ditemui di sele kegiatan menuturkan setidaknya ada beberapa poin yang harus di ketahui terkait tupoksi DAD.

” Dalam musyawarah hari ini ada beberapa agenda, yaitu evaluasi kinerja kepengurusan periode 2017-2022, kemudian membuat program kerja serta mengeluarkan rekomendasi untuk eksternal dan internal kelembagaan adat, dan selanjutnya memilih ketua permatur dan tim untuk menyusun komposisi dan struktur DAD Bengkayang,” tutur Glorio Sanen.

Glorio Sanen yang juga berprofesi sebagai Advokat Masyarakat Adat Dayak, menjelaskan bahwa Dewan Adat Dayak (DAD) merupakan organisasi advokasi bagi masyarakat adat Dayak tugasnya membela Masyarakat Adat Dayak dalam menghadapi segala masalah.

” Kalau ditanya dimana posisi DAD terkait dengan setiap persoalan masyarakat adat Dayak, jika pertanyaan begitu !!!, maka jawabannya adalah DAD harus di Garda terdepan dalam konteks membela kepentingan masyarakat adat Dayak,” ucap Glorio Sanen.

Kemudian, DAD juga sebagai organisasi yang melayani, sehingga harus memberikan pelayanan kepada masyarakat adat terkait kepentingan-kepentingan yang mendasar terhadap masyarakat Adat Dayak.

“Baik itu hak atas Budaya, hak Pengetahuan dan hak-hak lainnya sebagaimana yang tertuang dalam undang-undang Negara Indonesia,” ujarnya

Dewan Adat Dayak (DAD) juga bertugas melindungi, dan bagaimana untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat Adat, menurut Glorio Sanen, kalau kemudian berbicara perlindungan, tentunya harus ada kebijakan dari pemerintah atau keputusan dari pemerintah dalam konteks memberikan pengakuan dan perlindungan kepada masyarakat Dayak dan hak-hak yang melekat kepada mereka,

Sehingga ini menjadi penting Bagaimana ke depan ketua DAD memang mampu untuk menjalankan fungsi DAD sebagai organisasi advokasi bagi masyarakat Adat Dayak.

” Ini catatan kritis !, tentunya momentum musdat ini juga momentum untuk kita mencari beberapa isu yang berkembang Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat Adat, sehingga DAD akhirnya betul-betul memang mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Adat. Dengan hal tersebut kemudian mereka bisa mencarikan solusinya seperti apa,” pungkas Glorio Sanen.

Dirinya juga menekankan, bahwa DAD adalah sebuah organisasi yang memang harus menjadi corong Aspirasi Masyarakat Adat Dayak kepada Pemerintah daerah.

Harus tersampaikan, apa saja yang menjadi kendala dan tantangan terhadap apa yang dialami oleh masyarakat adat Dayak. Yang sejatinya memang menjadi tugas pemerintah yang belum dikerjakan oleh pemerintah.

” Oleh sebab itu maka DAD harus menyuarakan dan terus menyuarakan kepada pemerintah, apakah itu misalkan terjadi konflik atas wilayah dan lain sebagainya, maka DAD itu harus menjadi Garda terdepan dalam konteks untuk mengadvokasi masyarakat adat dayak kepada pemerintah,” tutupnya

 

(Tino)

TINGGALKAN KOMENTAR

- Advertisement -

Baca Juga