Ringkot sihotang, Anak Muda yang Menjadi Motivasi Petani di kota serang

Serang, impresinews.com,-Ketika anak muda saat ini enggan menjadi petani milenial, Ringkot sihotang justru Memberikan waktu dan tenaganya untuk menjadi seorang petani milenial.
Ia juga mengajak anak-anak muda lain di kota serang untuk tidak malu menjadi seorang petani.
Di usianya yang masih muda Ananda Ringkot sihotang (28) menantang diri untuk menjadi petani milenial. Lewat komunitas RnS fram yang ia dirikan, semangat bertani itu disebarkan kepada pemuda-pemudi di kelurahan margaluyu,kecamatan kasemen, kota serang. Baginya, pertanian bukan sekadar mencangkul, melainkan sebagai profesi yang menjanjikan.
Saat di temui dilokasi sabtu pagi (25/09/2021), Ananda Ringkot sihotang (28), Pria yang humoris tersebut sedang megarap sawah milik nya bersama 2 adiknya bernama daniel Perdi sihotang dan kharis Pranatal sihotang, selain dirinya menanam padi, dirinya juga menanam sayur mayur dengan metode hidroponik serta beternak ayam dan ikan.
Selain mengikuti komunitas pertanian, beliau juga aktif di kegiatan peduli sosial dan beliau adalah founder dari Anak Dairi Peduli (ADP) yang bergerak di kabupaten Dairi,Sumatera Utara dan saat ini beliau juga tercatat sebagai mahasiswa aktif yang sedang menempuh pendidikan Magister Manajemen di universitas Sultan agung tirtayasa (UNTIRTA) serta ananda Ringkot juga Bekerja di perusahan Pembangkit Listrik (IPP) di PT.lestari banten energi sebagai Assistant Engineer.
Diungkapkan Ringkot dirinya menjalankan aktivitasnya sebagai petani di sela- sela kesikesibukannya bekerja dan kuliah ini salah satu hobi nya untuk bertani karena Ibunya Itu R.Boru Sagala yang berasal dari Sitinjo,Dairi juga seorang buruh tani sehingga dirinya sudah terbiasa dengan kesibukan bertani dari kecil.
Lanjut pria yang masih muda dan berparas tampan itu,pertanian di banten khususnya di wilayah kota serang sangat menjanjikan untuk pendapatan.
“Namun pemerintah belum bisa mengoptimalkan sosialisasi pertanian kepada anak muda dan tentu pemerintah juga harus menstabilkan harga harga kebutuhan pertanian yang selama ini masih di keluhkan para petani khususya di wilayah kota serang,” ujarnya
Dalam peringatan hari Tani Nasional 24 September dirinya berharap kepada pemerintah untuk lebih memperhatikan lagi para petani.
karena, katanya bukan tidak mungkin kedepannya pertanian di kota serang bisa menjadi pendapatan yang menghasilkan untuk pemerintah dan memang sangat di butuhkan kesadaran pemuda.
“Kita saat ini untuk tidak malu atau pun gengsi untuk bertani karena efek dari pandemi saat ini sangat berpengaruh kepada sektor lapangan kerja dan ini bisa menjadi momentum untuk pemuda bisa menjadi petani milenial dan ke depannya bisa menjadikan profesi yang menjanjikan,” .pungkasnya









