Nasional

Puji Siswanto : Masih Banyak Bantuan Sosial di Kabupaten Bengkayang salah Sasaran

- Advertisement -

Bengkayang_Kalbar impresinews.com,- Dia adalah Ida (43) warga bengkayang, yang beralamat di jalan Guna Baru, Trans Rangkang. Dengan kondisi kehidupan yang kurang mampu setelah ditinggalkan suaminya meninggal dunia beberapa tahun yang lalu, kini untuk melangsungkan hidupnya, ia harus banting tulang.

Untuk menghidupi kedua anaknya setelah sang suami meninggal, ia harus berjualan sayur-sayuran hutan keliling setiap harinya. Hal itu dilakukan hanya untuk mencari sesuap nasi, agar bisa bertahan hidup.

Walaupun dengan kondisi serba kekurangan tersebut, namun Ida tidak pernah mengeluh dengan keadaan yang ia alami.

Kendati demikian Ida (43) masih berharap adanya bantuan dari pemerintah berupa bantuan sosial lainnya, sebab selama ini ia belum pernah mendapatkan bantuan sama sekali.

“Saya punya anak 5 (Lima) yang tiga orang sudah berkeluarga, sementara yang dua masih jadi tanggung jawab saya. Apalagi sekarang ada salah satu anak saya dalam keadaan sakit.

Selama ini saya tidak pernah mendapatkan bantuan seperti yang lain, padahal saya pernah datang ke pak RT untuk mengungkapkan keluhan saya. Namun sampai hari ini sebagai warga kurang mampu dan jadi tulang punggung sendiri saya berharap kalau ada bantuan sama seperti orang lain juga,” ungkapnya saat ditemui, Kamis (24/3).

Ida (43) menjelaskan bahwa setiap hari dirinya hanya jualan sayur dari hutan berupa pakis, rebung dan daun ubi. ia berkata tidak ada lagi kerjaan tambahan yang di kerjakannya.

“Kalau laku semua adalah dapat 40.000, kalau tidak laku !!! ya terpaksa saya tidak dapat uang, bahkan kadang kami sampai tak ada beras buat makan. Beginilah keadaan kami,” terang Ida.

Disisi lain, pengamat sosial kabupaten Bengkayang Puji Siswanto mengatakan, bantuan sosial dari pemerintah adalah bantuan sosial yang diberi untuk mengatasi berbagai risiko sosial dari rehabilitasi, perlindungan, jaminan, pemberdayaan dan penanggulangan kemiskinan.

“Jadi sudah jelas, diperuntukkan untuk masyarakat rentan atau terdampak bencana,” kata Puji Siswanto saat dikonfirmasi. Kamis (24/3).

Ia menambahkan, adanya persoalan penyaluran yang terkadang salah sasaran membuat kebijakan bantuan sosial dari pemerintah menjadi kurang efektif. Menurut pandangannya, memang sudah banyak kebijakan bansos dilakukan, tapi secara umum kurang efektif karena masih banyak yang salah sasaran.

” Sebenarnya kita berkaca dari kejadian Ibu Ida (43) ini, karena inilah salah satu penyandang sosial yang harus diperhatikan oleh pemerintah khususnya dari bawah yakni, Pemerintahan Desa. dan ironis sekali masih ada warga tidak terdata yang memang layak mendapatkan bantuan sosial tersebut,” tuturnya.

(Tino/Asok)

TINGGALKAN KOMENTAR

- Advertisement -

Baca Juga