Populer

PTPN3 Kanau: Beritanya Kurang Pas Bang, Yang Benar Gini

- Advertisement -

LABUHANBATU, impresinews.com,- Menjawab pemberitaan Impresinews  menyorot aktivitas Kebun Aek Nabara Utara (Kanau)  PTPN3 beberapa waktu lalu. Persisnya di Afdeling 1 dan 2 Kanau, Pihak Manajemen selanjutnya menelusuri kebenaran informasi.

Berkait berita yang diterbitkan, edisi (1/10) dengan judul “Asisten PTPN III Tak Peduli Keselamatan Kerja Bawahannya”. Hasil penelusuran yang dilakukan pihak manajemen bahwa karyawan telah dibagi Alat Pelindung Diri (APD) saat bekerja.

Namun saat ditemui awak media, di lokasi beberapa waktu lalu, ketika itu Karyawan Perusahaan tersebut tengah melepas sementara Alat Pelindung Diri lantaran memasuki jam rehat bekerja.

“Kami sudah sediakan dan bagi APD nya,” sebut Pihak Manajemen, Senin (11/10).

Menyahuti pemberitaan edisi Selasa (5/10) dengan judul “Tamu PTPN3 Diserang Penyakit Aneh, Kerdil Nyaris Tinggal Batang”.

Dari hasil penelusuran, Pihak Manajemen telah melakukan upaya-upaya mengamankan aset perusahaan. Perusahaan juga telah memasang pembatas kawat berduri.

Selain itu juga telah menggali parit pembatas dengan mengerahkan alat berat berupa excavator (beko) agar terhindar dari gangguan ternak maupun babi hutan.

“Tengoklah kan dipasang pagar kawat,” terang Manajemen.

Berkait hasil tangkapan kamera awak media, hal itu lantaran diserang oleh Monyet. Namun masih dalam kondisi normal dari perbandingan jumlah pokok yang ada.

Demikian juga dengan terbitan, Minggu (10/10) dengan judul “Tanam Sawit Afd 2 Kanau PTPN III Bikin Geger”. Manajemen Kanau mengatakan telah mengikuti SOP yang ada.

Perihal pengawasan, juga telah menempatkan mandor jaga di lokasi tersebut. Manajemen juga melakukan pengawasan ketat. Hanya saja tidak setiap detik di lokasi tersebut. Lantaran mengemban tugas dan tanggung jawab lainnya berupa, pengawasan proses menggali produksi dan aktivitas perusahaan lainnya.

Mengenai pemberitaan edisi “Makin Aneh, Karyawan Kanau PTPN3 Tulis Cutinya Sendiri” hal ini dijelaskan oleh Anggota Serikat Pekerja Perkebunan, Luhut.

Ia meluruskan informasi yang menurutnya keliru dengan kata “menulis sendiri”.

Awalnya, kata Luhut, karyawan pelaksana menyampaikan permohonan cuti kepada mandor lapangan, kemudian disampaikan ke Mandor Satu.

Selanjutnya menghubungi kerani sekaligus mengisi data sesuai blangko yang disediakan perusahaan. Hingga ditanda tangani Asisten Afdeling.

Luhut bahkan menceritakan pengalamannya ketika masih bertugas sebagai penderes (sadap lateks).

Sebelum mengambil hak cuti bekerja, ia telah menyampaikan atau menginformasikan permohonan cuti kepada mandor lapangan tiga hari sebelumnya.

Hal ini dilakukan, agar mandor dapat menyesuaikan kebutuhan tenaga kerja di lapangan dalam menggali produksi perusahaan. (AA)

TINGGALKAN KOMENTAR

- Advertisement -

Baca Juga