Nasional

PPL Desak Bupati Erik Adtrada Genjot PAD Untuk Kemajuan Daerah

- Advertisement -

LABUHANBATU, impresinews.com,- Pemuda Pesisir Labuhanbatu (PPL) Edi Syahputra Ritonga menilai kawasan Pesisir Pantai masih minim sentuhan pembangunan dari pemerintah.

Penilain itu sekaligus menandai terjadinya kelambatan pembangunan di masa Pejabat Bupati Labuhanbatu terdahulu.

Edi mengatakan, Kabupaten Labuhanbatu baru saja memperingati hari jadi yang ke-76 tahun. Namun sayangnya masih banyak ditemukan kondisi jalan Pemkab dari Kecamatan menuju Desa yang berlumpur.

Bahkan, kata Edi, ia masih menemui akses jalan utama untuk mengangkut hasil pertanian milik warga setempat belum tersentuh pengerasan, apalagi pembangunan rabat beton.

Hal ini tentu berimbas pada laju pertumbuhan ekonomi. Seperti diketahui, mayoritas masyarakat pesisir pantai Labuhanbatu menggantungkan hidup dari hasil pertaniannya.

“Miris dan memprihatinkan, bahkan kemiskinan dan pengangguran masih belum mampu teratasi,” ujarnya, Sabtu (6/11/21).

Menurutnya membangkitkan perekonomian para petani ataupun upaya membolo (memperbaiki) Labuhanbatu dengan kondisi infrastruktur jalan saat ini tidaklah mudah. Butuh meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Labuhanbatu.

“Maka dari itu untuk meningkatkan PAD Labuhanbatu, Bupati beserta jajarannya melakukan evaluasi terkait Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ungkapnya.

Selain itu, kata aktivis muda ini, Pemerintah juga harus mampu menggali potensi Alam Daerah Labuhanbatu maupun potensi lainnya dan mendirikan BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) untuk menampung hasil potensi alam tersebut.

“Contohnya seperti di daerah Pesisir Labuhanbatu lumbungnya ikan dan padi yang selama ini di jual keluar Daerah,” kata Edi Ritonga.

Padahal setelah dijual keluar Daerah, hasil kekayaan alam tersebut kembali dipasarkan ke Labuhanbatu, seperti beras dan ikan.

“Alhasil Labuhanbatu punya padi dan ikan, luar Daerah yang punya nama. Nah kalau Labuhanbatu yang menampung melalui BUMD tentu keuntungan menambah PAD Labuhanbatu,” kata Edi.

Bahkan, menurutnya, masih terdapat potensi alam lainnya yang belum mendapat perhatian serius dari Pemerintah seperti tambak kerang yang belum terwujudkan hingga sekarang.

“Padahal tambak kerang sangat memiliki potensi yang tinggi Daerah Panai Hilir. Jika tambak kerang tercipta para pedagang tidak lagi mengambil kerang ke Penipahan Riau,” ujar Edi Ritonga berharap. (Aiman)

TINGGALKAN KOMENTAR

- Advertisement -

Baca Juga