Polda Sumut Bantu Trauma Heling Pulihkan Psikologis Keluarga Korban Geng Motor

MEDAN, Impresinews.com,- Biddokes Polda Sumut Direktorat (Dit) Reskrimum bersama Polres Belawan dan Tim Psiklogis mendatangi rumah Keluarga korban geng Motor sadis Medan Labuhan.
Retno Suwito (30) meninggal dunia setelah dianiaya oleh geng motor brutal yang terjadi di Jalan M Ilyas, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, Rabu (20/4) malam.
Retno dibantai kawanan geng motor itu di depan istri dalam kondisi hamil dan dua anaknya yang masih balita. Aksi keji ini pun menjadi traumatik tersendiri bagi keluarga korban.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan kedatangan Tim ke rumah korban untuk membantu mengatasi rasa traumatik istri dan anak-anak almarhum Suwito.
“Kita sangat prihatin dengan peristiwa itu, oleh karenanya Bapak Kapolda Sumut menurunkan Tim selain memburu para pelaku juga tim yang bertugas memberikan bantuan Psikologi berupa trauma healing kepada istri dan anak mendiang suwito,” kata Hadi, Minggu (24/4).
Diharapkannya dengan bantuan trauma healing yang diberikan psikologis, keluarga korban bisa kembali menjalankan aktivitasnya seperti biasanya.
Selain itu, Hadi juga mengungkapkan, Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak turut memberikan bantuan sosial dan medis terhadap keluarga yang menjadi korban keberingasan geng motor tersebut.
“Bantuan yang diberikan tentu wujud empati bapak Kapolda untuk meringankan beban keluarga korban,” ungkapnya.
Diketahui, dalam waktu sekira 5 jam, sebanyak tujuh pelaku kawanan geng motor diamankan personel Dit Reskrimum Polda Sumut dan Polres Belawan dari berbagai lokasi secara terpisah.
Antisipasi meningkatnya tindak kejahatan jelang Hari Raya Idulfitri 1443, Kapolda Sumut menegaskan, agar warga tidak takut dan khawatir dalam beraktivitas.
Hal itu dikarenakan Polda Sumut dan jajaran akan terus meningkatkan patroli jalanan.
“Jangan khawatir Polda Sumut akan meningkatkan patroli mengantisipasi aksi kawanan geng motor yang meresahkan, dan kita akan menindak tegas para pelakunya,” tegas Panca, Jumat (22/4).
Panca selanjutnya mengungkapkan, pihaknya juga melakukan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) dalam menghadapi pengamanan menjelang lebaran.
“Kita juga tingkatkan patroli rutin, sehingga masyarakat tidak usah khawatir melakukan kegiatan menghadapi Idulfitri,” tegasnya. (Aiman)









