Berita Daerah

Pesan Perayaan Natal Paud dan Sekolah Minggu GKPI Jeriko Sigambal

- Advertisement -

LABUHANBATU, Impresinews.com,- Ibadah Perayaan Natal Paud dan Sekolah Minggu Gereja GKPI Jeriko Sigambal, Kecamatan Ransel berjalan lancar dan khidmat, Kamis (16/12). Kegiatan dirangkai dengan berbagai acara hiburan dari anak-anak didik.

Kepala Sekolah Paud GKPI Jeriko Sigambal Citra Turnip dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh orang tua anak didik yang telah memberikan kepercayaan untuk menimba pengetahuan bersama guru-guru pengajar di Paud Jeriko.

Citra Turnip pun sedikit terisak mengenang perjalanan Natal bersama anak-anak didiknya. Ia mengatakan, tiap tahun Yayasan GKPI Jeriko Sigambal merayakan Natal. Namun, pandemi harus membatasi semarak kegiatan.

Perayaan Natal Paud dan Sekolah Minggu yang akan dilaksanakan pun tak luput dari berbagai kendala dan hambatan.

Namun begitu, kata Citra Turnip, ia patut bersyukur karena dukungan yang diberikan oleh orang tua anak didik, perayaan Natal dapat terlaksana dengan baik.

Perayaan Natal Gereja GKPI Sigambal mengusung tema “Allah Adalah Kasih” yang dikutip dari 1 Yohanes: 7-9.

Pendeta F. M Sinaga SSi, MTh dalam khotbahnya mengatakan tanpa taburan kasih dari orang tua, maka anak-anak didik akan mudah jatuh diterpa beragam godaan.

Selain ilmu pengetahuan yang diperolah dari guru ataupun pendidik di sekolah, peran orang tua untuk memberikan pendampingan kepada anak menjadi sangat penting.

Pendeta F.M Sinaga selanjutnya memberikan sedikit ilustrasi kepada anak-anak Paud dengan mengibaratkan sebuah botol minuman bekas yang tak berisi atau kosong. Kemudian botol itu diletakan di atas meja.

Godaan ibaratkan secarik kertas yang bertuliskan “Marah”. Anak didik diminta membaca secara bersamaan dengan lantang. Lalu kertas diremas berbentuk bola yang kemudian dilontarkan ke arah posisi botol berdiri.

“Kalau botolnya kosong, jatuh tidak ya,” ujar Pendeta mengajak anak-anak untuk ikut merespons ilustrasi yang diberikan.

Benar saja, lontaran ringan dengan jarak berkisar dua meter, botol minuman itu terpental. Ilustrasi yang sama dilakukan dengan kertas lain bertuliskan “putus asah”.

Ilustrasi dilanjutkan dengan mengisi air ke botol tersebut. Pendeta F.M Sinaga kembali melakukan lemparan bola kertas. Tapi kali ini, botol tetap berdiri kokoh.

Pendeta berpesan kepada anak-anak didik untuk tidak lekas marah dan mengikuti sifat yang tertera dalam lembaran kertas ilustrasi lainnya (gelisah, hawatir, putus asah dan sedih), agar dapat tumbuh menjadi anak-anak cerdas dan kreatif.

Yang tentunya, kata Pendeta, peran orang tua sangat dibutuhkan untuk memberikan sentuhan kasih sayang laiknya air dalam botol. Hal itu bertujuan agar anak memiliki fondasi yang kuat dan sulit didorong jatuh.

Ibadah perayaan Natal Paud dan Sekolah Minggu Gereja GKPI Sigambal Tahun 2021 selesai dilaksanakan sekira Pukul 17.21 WIB dan dilanjutkan dengan acara hiburan dari anak didik. (Aiman)

TINGGALKAN KOMENTAR

- Advertisement -

Baca Juga