Pengerajin Irus Magetan Tetap Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19

Magetan,Jawa Timur,- impresinews.com,- Pandemi covid-19 terbukti memporak-porandakan perekonomian masyarakat, apalagi setelah pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 2 Agustus 2021.
Kebijakan memperpanjang PPKM menyebabkan banyak orang tidak bisa bekerja di luar secara optimal, sehingga pendapatan yang diperoleh masyarakat sangat minim.
Di tengah keadaan yang sangat sulit ini, Lasinem seorang pengerajin asalkan tempurung kelapa asal Magetan masih mampu bertahan. Wanita usia senja dengan keterbatasan ekonomi ini tidak pernah mengeluh dan putus asa atas kehidupannya saat ini.
Di bagian samping rumahnya yang masih berdinding bambu, di gunakan untuk bekerja membuat kerajinan tempurung kelapa untuk dijadikan irus.
Di tempat itu terserak tempurung kelapa, potongan kayu serta tali dari bambu untuk mengikat tempurung kelapa dengan potongan kayu (danganan) sehingga menjadi irus.
“Pendamelan niki kulo lampahi sampun telung puluh limo tahun, kagem nguripi sedoyo anak kulo” (pekerjaan membuat irus ini dilakukanya sudah 35 tahun yang lalu dan merupakan usaha turun- temurun untuk menghidupi keluarganya)” ungkap Lasinem dengan logat jawanya yang kental, saat di temui dirumah, Selasa, (27/7/2021)
Pengerjaan kerajinan irus 150 buah di selesaikan dalam jangka 2 hari dan di jual ke pengepul dengan harga Rp.1300/irus, sementara kendala yang di hadapi para pengerajin irus adalah kurangnya bahan baku tempurung kelapa serta sulitnya pemasaran, “ujar Lasinem (Ary)
(ARY)









