Berita Daerah

Pemilih Pilkades Wajib Cermat, Enam Tahun Bisa Berabe

- Advertisement -

LABUHANBATU – Money politik masih menjadi tantangan berat dalam menjaga sakralnya pesta demokrasi secara langsung atau pemungutan suara dari bilik TPS. Istilah Wani Piro dan Milih Seng Eneng Duite sudah bukan rahasia lagi.

Politik membeli suara ini pun dapat mengubur mimpi calon pemimpin visioner dalam pelaksanaan pesta demokrasi jika tanpa persiapan modal yang cukup.

Dengung Money Politic santer terdengar di tengah masyarakat. Hanya saja hingga detik ini belum terbukti bahwa suara dukungan dipengaruhi uang siraman.

Kabupaten Labuhanbatu Sumut pada 2 November 2022 mendatang menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 39 Desa. Dengung Money Politik kembali terdengar.

Menanggapi isu yang beredar, Pemuda Pesisir Labuhanbatu Edi Syahputra Ritonga mengingatkan para pemilih agar lebih cerdas menyikapinya. Apalagi sampai tergiur.

Jangan karena ratusan ribu, kata Edi, pembangunan di wilayah desa menjadi tersendat, lantaran pemimpin yang diberi tongkat komando tidak memiliki spirit membangun.

“Pesan kepada masyarakat jangan mau Money Politic. Pilihlah pemimpin itu sesuai dengan hati nurani dan benar-benar orang yang baik, peduli dengan masyarakat dan memiliki kemampuan,” kata Edi.

“Ingat jangan sampai salah pilih, 6 Tahun masa jabatan kepala desa bukan waktu yang singkat,” sebut Edi.

Edi juga mengajak kepada seluruh masyarakat untuk mengkampanyekan Pilkades Damai. Dalam kompetisi diakui Edi memang menyedot simpati berlebih dari masing-masing pendukung.

Namun dia mengatakan, sehebat apa pun Pilkades tetap saja satu kandidat yang akan memimpin nantinya. Kegaduhan terjadi hanya menimbulkan rugi bagi masyarakat setempat.

“Berharap setiap elemen untuk dapat bersama-sama mengawasi potensi-potensi kerawanan yang mungkin terjadi dalam pelaksanaan pilkades dan mari kita sama-sama wujudkan Pilkades Damai,” pungkas Edi Syahputra Ritonga.

(Aiman)

TINGGALKAN KOMENTAR

- Advertisement -

Baca Juga