Pedagang Bensin Eceran di Ngabang Tertipu Uang Kertas Palsu

Landak_Kalbar, – Seorang pedagang Bensin eceran di Jalan Raya Ngabang, Kilometer 16, Amboyo Selatan, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak mengaku menjadi korban peredaran uang palsu dari salah satu pembeli, beberapa hari yang lalu.
“Dua hari yang lalu saat saya hendak membeli BBM di SPBU, ketika saya hendak membayar disitulah petugas SPBU mengatakan bahwa uang kertas pecahan Rp 100 ribu saya itu Palsu,” kata korban peredaran uang palsu, Liden (53), Kamis 20 Oktober 2022.
Ia menceritakan, bahwa beberapa hari yang lalu anaknya melayani pembelian dari beberapa pria yang menggunakan sebuah mobil Minibus untuk mengisi BBM di kios korban sekitar pukul 17.00 Wib. Pria tersebut membeli 3 Liter BBM dengan harga eceran Rp 12 ribu dan membayar dengan uang palsu pecahan Rp 100 ribu, dengan uang kembalian asli Rp 64 ribu.
” Jadi waktu itu sudah mau malam, tidak teringat lagi untuk mengecek uang itu, apalagi saat itu sudah mau tutup juga,” tutur Liden.
Setelah kejadian uang yang diterimanya palsu, Ledin hanya bisa mengikhlaskan kejadian itu, sebab pelaku pun tidak diketahui. Kemudian dirinya pun tidak berniat melaporkan kejadian tersebut kepada polisi, karena kerugian yang dia alami dianggap tidak seberapa.
“Kemarin hanya Kordinasi saja dengan saudara yang polisi, tapi tidak buat laporan ‘lagian uangnya cuma hanya segitu,” ujarnya.
Namun ia berharap, kejadian ini jangan sampai ada korban yang lain, selain dirinya “cukuplah saya saja ! kepada masyarakat lain harap berhati-hatilah jangan sampai jadi korban juga,” pesannya.
Beginilah Cara membedakan uang Rp 100.000 asli atau palsu
1. Dilihat
Untuk membedakan uang asli dan palsu, amati uang yang ada dengan seksama. Uang Rp 100.000 asli ketika diteliti dengan detil akan terlihat memiliki benang pengaman yang berbentuk seperti anyaman. Benang pengaman tersebut akan berubah warna ketika dilihat dari sudut pandang tertentu.
Amati pula gambar perisai di dalam logo Bank Indonesia di sisi kiri yang akan berubah warna bila dilihat dari sudut pandang berbeda.
Selain itu, ada pula pula gambar tersembunyi multiwarna berbentuk garis-garis yang bisa dilihat dari sudut pandang tertentu, juga gambar tersembunyi berupa tulisan “BI” yang bisa dilihat dari sudut pandang tertentu pada sisi kanan atas.
2. Diraba
Cara kedua untuk mengecek uang asli dan palsu adalah dengan cara merabanya. Uang Rp 100.000 asli jika diraba dengan pelan maka akan terasa kasar pada beberapa bagian tertentu.
Seperti pada area wajah gambar Ir. Soekarno dan Moh. Hatta, dan gambar garuda.
Terdapat pula kode Tuna Netra yang terlihat seperti coretan dua garis di sisi kanan dan kiri uang yang juga kasar bila diraba.
3. Diterawang
Cara ketiga untuk mengecek keaslian uang adalah dengan jalan menerawangnya.
Apabila diterawang, maka pada uang Rp 100.000 asli akan terlihat watermark berupa gambar W.R Supratman dan ornamen.
(Tino)









