Melalui KIE, Upaya BPBD Provinsi Banten Berikan Pengetahuan Tentang Kebencanaan
KOTA SERANG,- Upaya memberikan pengetahuan tentang kebencanaan terus dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten melalui kegiatan sosialisasi komunikasi, informasi dan edukasi (KIE).
Nana suryana Kalaksa BPBD Provinsi Banten mangatakan, bahwa dalam kegiatan sosialisasi komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) khusus pada potensi Banjir yang ada di seluruh wilayah Kabupaten/kota di Provinsi Banten.
Hingga saat ini, BPBD Provinsi Banten telah melakukan kegiatan sosialisasi komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) pada 5 wilayah yakni (kab Serang, kota Serang, kab Lebak, kab Pandeglang dan kota Cilegon).
Ia mengatakan, tujuan daripada kegiatan tersebut adalah untuk mengidentifikasi dan menyerap informasi secara detail. Karena memang, peta rawan bencana yang sudah dibuat oleh masing-masing kabupaten/kota bisa berubah sewaktu-waktu.
“Karena ada beberapa tempat yang tadinya tidak pernah banjir, ternyata ada kejadian banjir” Kata Nana saat ditemui di Kantornya, Kamis (13/04)
“Begitu juga karena sudah ada perlakuan atau mitigasi secara struktural itu tidak terjadi banjir” Lanjutnya
Untuk itu, pihaknya terus melakukan penyerapan informasi dari berbagai kecamatan dan desa untuk dapat melakukan recana aksi yang akan dilakukan baik oleh kementrian PUPR, PUPR Provinsi ataupun PUPR Kabupaten/Kota.
“Jadi kita sinergi rencana aksi yang kita buat nanti sesuai dengan apa yang ada di lapangan, Apa yang kita butuhkan sesuai dengan kondisi di lapangan” kata Nana
Nana juga mengatakan, bahwa bencana banjir disebabkan oleh hujan yang insensitasnya sangat tinggi dan durasinya cukup lama.
Dan juga, bahwa beberapa faktor lain seperti alih fungsi lahan terutama di perkotaan dan hilir pada pemanfaatan lahan hutan yang tidak sesuai.
“Kemudian juga di hilirnya juga terdapat alih fungsi lahan terutama pada pemanfaatan lahan hutan yang tidak sesuai”Terangnya
Selain itu, beberapa pekerjaan-pekerjaan pembangunan, salah satunya yaitu pembangunan drainase yang belum memadai.
“Dan juga adanya aliran sungai-sungai yang mengalami sedimentasi, dan juga banyak bangunan-bangunan yang ada di sekitar sumbatan sungai itu akan berpengaruh terhadap terjadinya banjir juga” ujarnya
Nana mangatakan upaya penanggulangan bencana banjir bukan hanya dilakukan oleh BPBD, tetapi sebagai tugas dan tanggung jawab bersama.
“Ada pemerintah, ada dunia usaha, masyarakat, perguruan tinggi termasuk media pers baik cetak maupun elektronik” kata Nana menjelaskan
Lebih lanjut, Nana mangatakan bahwa terdapat kendala di lapangan dari beberapa kegiatan yang sudah laksanakan, salah satunya karena keterbatasan anggaran terutama untuk pembangunan infrastruktur
“Karena memang membutuhkan biaya-biaya besar untuk tidak terjadi banjir” Tutupnya (NANI)









