Nasional

Kontrak Habis, Pembangunan Jalan di Kabupaten Kupang Belum Selesai

- Advertisement -

Kupang, impresinews.com,- Proyek Pembangunan Akses Jalan PLBN Oepoli – Noelelo Kecamatan Amfoang Timur Kabupaten Kupang hingga kini belum selesai.

Informasi yang didapatkan, proyek jalan tersebut dikerjakan PT.Naviri dengan Sumber dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ( APBN ) dengan Nilai proyek sebesar 109 Miliar lebih serta masa pelaksanaan kontrak November 2020 hingga 31 Desember 2021  serta Panjang efektif jalan yang ditangani sepanjang 22 Kilometer hotmix.

Namun sampai dengan saat ini kegiatan yang seharusnya sudah berakhir  masih terus dilakukan oleh kontraktor pelaksana.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 Satuan Kerja (Satker) Wilayah I Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) X Provinsi Nusa Tenggara Timur Franky Simamora mengatakan, hingga Saat ini masih dalam percepatan pelaksanaan.

Ia akui dari rencana saat ini masih minus 5 persen dan Sudah dilaksanakan upaya percepatan.

“Konsekuensi pekerjaan dikenakan denda sejak tanggal satu januari 2022,”imbuh Frengki saat ditemui, selasa (15/02)

Sementara itu, Salah seorang warga Netenkabuka yang tidak mau disebutkan namanya mengaku bahwa sepengetahuannya jalan tersebut sudah habis masa kontrak karena dibangun sejak november tahun 2020 lalu.

“Namun hingga sekarang belum juga selesai, bahkan pengerjaannya nya masih jauh dari harapan,” Katanya senin, (14/02)

Menurutnya, pihak kontraktor tidak serius dalam membangun jalan tersebut.

Dia mengatakan pihaknya juga tidak mengetahui secara pasti konstruksi jalan tersebut. Tapi ia berharap bertanggung sehingga progres bisa berjalan sesuai dengan apa yang  diharapkan.

Dengan masih berlangsungnya pekerjaan jalan tersebut, lanjutnya  aktivitas warga menjadi terganggu.

Sebab lalu lintas warga menjadi terbatas akibat jalan tersebut ditutup. Dirinya berharap pemerintah dapat segera menyelesaikan jalan tersebut.

“Kalau memang terjadi keterlambatan atau ditemukan pelanggaran, berikan sanksi saja kepada pihak pemborong,” katanya.

“Kami sebagai warga takut ini tidak dijalankan maksimal dan tidak selesai. Karena berdasarkan informasi kontraknya sudah habis. Sementara jalan masih dikerjakan, dan belum sampai ke ujung,” katanya.

Berdasarkan informasi yang ia dapat, kegiatan tersebut dianggarkan sebesar Rp 109 miliar.

“Informasi masa kontraknya sudah berakhir per 31 Desember lalu. Makanya kami takut jalan ini tidak selesai,” katanya.(Arnold)

TINGGALKAN KOMENTAR

- Advertisement -

Baca Juga