Nasional

Imbas Bansos, Pedagang Beras Keluhkan Sepi Pembeli

- Advertisement -

KOTA SERANG,- Pedagang beras di Pasar Induk Rau (PIR) Kota Serang keluhkan penunurunan penjualan imbas adanya bantuan Sosial (Bansos) beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) oleh Pemerintah Kota (Pemkot) dan Perum Bulog.

Iman, salah satu pedagang beras di Pasar Induk Rau Kota Serang mengungkapkan dirinya merasakan hampir 20 persen penurunan penjualan setelah adanya bansos beras SPHP setelah adanya pendistribusian dari pemerintah kota serang.

“Hampir 20 persen pembelinya berkurang. Kemarin juga kan pemerintah sempat ada kegiatan operasi pasar murah,”kata Bakhrudin saat di konfirmasi di lokasi penjualan, Rabu (13/03)

Iman mengungkapkan, penurunan penjualan sudah dirasakan sejak satu minggu yang lalu. Meski harga beras dipasaran Meski sudah berangsur normal.

“Sejak satu yang lalu, sampai sekarang pembelinya belum meningkat karana awal puasa, mungkin seminguan lagi,” ujarnya.

Iman menjelaskan penurunan harga beras di pasaran sudah dirasakan usai Pemilihan Umum (Pemilu) serentak tahun 2024 berakhir, namun para pedagang tetap mengeluhkan minimnya jumlah konsumen.

“Penurunan itu dirasakan semenjak pemilu, semenjak puasa ini tidak ada kenaikan lagi, malah turun sekitar 10 persenan, tapi ya itu masyarakat pada memburu beras SPHP dari pemerintah itu,” kata Iman.

Dimana diketahui, harga beras di pasaran kian turun sekitar 10 persen per karung dari sebelumnya, dimana saat ini harga beras yang dijual sudah mencapai Rp. 12.000 hingga yang paling mahal Rp. 13.000.

“Kalau dulu paling mahal Rp.16 ribu perliter itu udah premium dan paling murah itu Rp. 13 ribu perliter, kalau sekarang kan nyampe Rp. 12 ribu ada penurunan seribu rupiah” katanya

Terakhir, Iman berharap pemerintah bisa  mengontrol harga dan menyetabilkan kembali harga beras di pasaran sehingga hal itu tidak dikeluhkan baik oleh penjual maupun pembeli, (Nani)

TINGGALKAN KOMENTAR

- Advertisement -

Baca Juga