Nasional

Dukung Acara PEMSEA 2022, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Revitalisasi Sungai Ketapang

- Advertisement -

KAB TANGERANG,- Untuk mendukung acara Internasional Partnership in Environmental Management for the Seas of East Asia (PEMSEA) 2022 yang akan dilaksanakan Bulan Oktober , Dinas Bina Marga & Sumber Daya Air melalui UPTD SDA Wilayah V sedang melaksanakan Kegiatan Revitalisasi Sungai Ketapang secara mekanis ke arah muara Tempat Pelelangan Ikan ( TPI ) dengan menggunakan 2 Alat Excavator yaitu Amphibi PC 75 dan Amphibi PC 130

Dengan kegiatan ini diharapkan kondisi Sungai Ketapang akan bersih dari sedimen lumpur dan sampah sehingga perahu Nelayan bisa melintasi dan bersadar menurunkan hasil perahu Nelayan langsung di Dermaga Tempat Pelelangan Ikan.

Akses jalan dan jembatan yang dibenahi akan dilalui para tamu dari 12 negara dan 53 kota pesisir se-Asia Timur. Mengingat, selain melakukan serangkaian pertemuan, salah satu agenda penting adalah kunjungan ke kawasan Ketapang Aquaculture yang berada di Kabupaten Tangerang.

Kepala Bidang Bina Marga, Kabupaten Tangerang Endang Sukendar, mengatakan pihaknya telah melaksanakan beberapa pembangunan guna mempermudah akses masuk ke kawasan hutan mangrove Ketapang Aquaculture sendiri.

Dia menjelaskan, pembangunan akses jalan dan jembatan di kawasan tersebut bermanfaat bagi warga sekitar untuk membangkitkan ekonomi masyarakat sekitar.

“Mayoritas warga di Desa Ketapang adalah nelayan, tentunya dengan adanya pembangunan ini (jalan dan jembatan) dapat memberikan manfaat untuk membangkitkan ekonomi masyarakat sekitar wisata mangrove,” ujarnya.

Sementara itu, demi kelancaran proses pembangunan, keselamatan dan kesehatan kerja, menjadi salah satu prinsip konstruksi berkelanjutan yang harus selalu diterapkan oleh para pekerja proyek ditempat tersebut.

Terkait penerapan manajemen keselamatan kerja dalam pengerjaan proyek di wilayah tersebut, Endang juga telah mengingatkan kepada pihak kontraktor agar selalu menerapkan K3 di lapangan.

“Diingatkan kembali, agar K3 Konstruksi benar-benar diterapkan pada seluruh aspek Pembangunan Infrastruktur, bukan hanya di Desa Ketapang saja tapi diseluruh proyek pembangunan,” Katanya

Dengan meningkatkan keselamatan konstruksi pada seluruh kegiatan pembangunan, tentunya memiliki beberapa keuntungan seperti mengurangi keterlambatan penyelesaian proyek, dan mencegah kecelakaan.

“Sehingga, proses pembangunan dapat menciptakan rasa aman, dan aktivitas disekitar proyek tidak terganggu,” terang Endang (ADV)

TINGGALKAN KOMENTAR

- Advertisement -

Baca Juga