Nasional

Dampak Langkanya MinyaKita, Harga Minyak Goreng Curah Naik Dua Persen Lebih

- Advertisement -

KOTA SERANG,- Harga minyak goreng curah per liter naik +2%. Hal tersebut berdasarkan laporan harian Dinas, Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan Kota Serang.

Kenaikan harga minyak goreng curah di Kota Serang merupakan dampak dari langkanya MinyaKita.

Berdasarkan harga minyak di pasaran, harga minyak curah dilansir sudah mencapai 14rb per liter dari sebelumnya 13rb per liter.

Sukanta, Kepala bidang perdagangan dinkopukmperindag Kota Serang, mengatakan bahwa minyaKita tersebut adalah minyak yang disediakan oleh produsen melalui kebijakan pemerintah pusat

Dan memang, karena masyarakat seolah-olah minyak itu hanya jenis minyaKkita

“Padahal minyak kita itu tidak jauh berbeda dengan minyak curah. Hanya bedanya minyak curah itu kemasannya bebas, minyak kita kemasannya sudah di tentukan” Kata Sukanta saat ditemui dikantornya, Kamis (03/03)

Menurut Menteri perdagangan, Ketersediaan kuota nasional minyaKita yang awalnya hanya 400rb ton sekarang bertambah menjadi 50rb ton.

“Nah itu dibagi-bagi kuotanya, misalnya dari sekian banyak kuota untuk wilayah banten berapa? gitu kan” katanya

Hal lain mengapa minyak langka karena minyak tersebut masih diproduksi sehingga distributor tidak mengirimkan lagi stok minyak kepada pedagang.

Padahal, MinyaKita diluncurkan pada Juli 2022 lalu untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng.

Hingga saat ini, Dinkopukmperindag terus melakukan pantauan terhadap pasar yang aktivitasnya setiap hari yakni pasar rau, pasar lama dan pasar pandean pasar.

“Kalau pasar yang lain belum, karena aktivitasnya ada yang bahkan 2 minggu sekali. Makanya yang kita pantau adalah yang tiap hari” terangnya

Pantauan laporan harian tersebut ditujukan kepada kementrian perdagangan dan kementrian dalam negri melalui inspektorat dan bahkan provinsi.

“Supaya jika memang ini sifatnya emergency, itu langkahnya cepat. karena ada laporan kondisi keadaan di Kota Serang” ujarnya

Sukanta juga menyampaikan bahwa pihaknya terus bekerja sama dengan pemerintah pusat, provinsi, maupun Kabupaten Kota guna menekan penurunan angka inflasi

Karena menurutnya, Karena Kota Serang termasuk salah satu penyumbang inflasi .

Salah satu sampling tersebut banyak dilakukan di pasar rau yang memang targetnya bukan saja dari masyarakat Kota Serang, tetapi Kabupaten Kota yang lain.

“Pasarnya memang domisilin di Serang, tapi peruntukannya untuk provinsi. Karena yang mengambil barang di pasar rau itu sebenernya bukan hanya kota serang, tetapi beberapa kabupaten kota terdekat. Seperti kabupaten serang, cilegon, pandeglang, lebak” kata Sukanta

Dan juga, lanjut sukanta jika memprediksi kekurangan barang dan pihaknya menyiapkan barang tersebut, akan tetap kurang karena yang mengambil barang bukan hanya masyarakat kota serang.

“Akan tetapi, kita terus mencoba mengamankan suply, artinya mendorong para pengusaha untuk membantu kita dalam menekan angka inflasi dan kuncinya adalah bagaimana distribusi ini suply nya tidak terganggu” ujarnya

“Artinya kan kalau bantu kita, bantu pemerintah dan untuk masyarakat sendiri itu sebetulnya” ujarnya Sukanta mengakhiri (Nani)

TINGGALKAN KOMENTAR

- Advertisement -

Baca Juga