Nasional

Belum Ada di Struktur IKN, Ketua AMAR Kalbar Meminta Presiden Jokowi Dengarkan Aspirasi Dayak

- Advertisement -

Landak_Kalbar,- Ketua Aliansi Masyarakat Akar Rumput (AMAR) Dayak Kalimantan Barat, Frans Asok sangat menyesalkan tidak adanya Pribumi asli Kalimantan yang menduduki jabatan di struktur Ibukota baru atau Ibu Kota Nusantara (IKN) Kalimantan Timur.

Dirinya mengatakan, presiden Jokowi paling tidak harus melibatkan orang pribumi asli terkait hal otoritas di IKN, karena menurutnya Pancasila dan Bhineka tunggal Ika adalah rumah bangsa Indonesia bersama.

” Kami Masyarakat Akar Rumput bangsa Dayak mendukung penuh presiden Jokowi, untuk pembagunan IKN di Kalimantan Timur, tetapi kami meminta kepada pak Jokowi berikan kesempatan dan ruang untuk orang Dayak di tanah nya sendiri untuk masuk dalam Deputi atau kepala biro di IKN ,” ujar Ketua AMAR Dayak Kalbar, Frans Asok. Kamis 19 Januari 2023.

Frans Asok juga menuturkan, bahwa saat ini sudah banyak putra putri Dayak yang memiliki SDM yang berkualitas dan mampu bersaing di kancah Nasional maupun Internasional. Diketahui Frans Asok, dari hasil seleksi 27 orang Deputi dan Kepala Biro di Otoritas IKN satu pun belum ada nama Orang Dayak yang masuk.

“Oleh sebab itu kami meminta presiden Jokowi jangan membuat Masyarakat Dayak kecewa dan Murka, sebab Dayak ini adalah bagian dari Indonesia begitu juga sebaliknya.” tutur Asok.

Disamping itu, kata Frans Asok, Apa yang AMAR Kalbar perjuangkan tersebut bukanlah bagian dari Politik yang akan berdampak menguntungkan segelintir orang, tetapi AMAR Kalbar berjuang untuk Pulau Borneo dan Bangsa Dayak.

“Kami berjuang untuk Masyarakat Dayak dan sesuai adat budaya kami yang telah di berikan oleh Nenek moyang kami suku Dayak. Jadi kami sudah bosan untuk di bodohi oleh bau kepentingan politik, kalau memang kami sudah tak di dengarkan, maka kami akan berjuang untuk merdeka sendiri,” ungkap Frans Asok.

Ketua Aliansi Masyarakat Akar Rumput Dayak Kalbar, Frans Asok juga mendukung penuh terkait pernyataan sikap yang di lontarkan oleh Sekjen Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Yakubus Kumis, bahwa apa yang dikatakan tersebut benar bahkan kemungkinan besar Dayak akan memilih merdeka sendiri jika selalu jadi penonton di tanahnya.

“Kami sangat setuju dengan apa yang di ucapkan oleh Sekjen MADN, karena Dayak sudah banyak juga yang cerdas dan pintar, apa salahnya diberikan kesempatan untuk menduduki jabatan di IKN. Tolong Pak Presiden Joko Widodo sebelum purna tugas harus di selesaikan masalah ini,” tutup Frans Asok.

(Tino)

TINGGALKAN KOMENTAR

- Advertisement -

Baca Juga