Keluhkan SPBU Moyag Prioritaskan Pengisian BBM Jumlah Banyak : Warga : Dapat Menimbulkan Penimbunan

Kotamobagu Impresinews.com,- SPBU di Desa Moyag Tampoan Kecamatan Kotamobago, Sulut diduga melegalkan pengisian BBM dengan jumlah banyak.
Hal tersebut menjadi sorotan masyarakat , bahkan salah satu warga nekat untuk merekam kejadian tersebut.
Salah satu warga ,yang enggan namanya di publikasikan mengeluhkan langkah yang diambil Pemilik dan Karyawan SPBU Moyag.
Hal tersebut dikarenakan SPBU memperioritaskan pengisian BBM dalam jumlah banyak ,yang dapat menimbulkan penimbunan BBM.
Pantauan di SPBU Moyag , Kamis 16 /12 /2021 sekitar Pkl 10.00 pagi , terlihat karyawan sedang melayani pengisian BBM disalah satu Mobil Pickup dengan jumlah besar.
Menurut pengakuan Warga ,diduga Sudah semenjak lama pemilik dan karyawan SPBU Moyag dengan sengaja melayani penimbun BBM dengan jumlah besar, tidak tanggung tanggung ratusan galon atau ribuan liter.
“Sehingga sering masyarakat sulit mendapat kan BBM di SPBU Moyag pada sore dan malam hari,” kata warga yang enggan disebutkan namanya.
Sementara itu, Menurut Andy Riyadhi Direktur Bidang Investigasi Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (LAKRI) mengatakan, bahwa setiap harinya BBM jenis Pertalite masuk sebanyak 8.000 liter, dan dalam seminggu 5 kali pasokan BBM jenis Pertalite disuplai ke SPBU tersebut.
Seharusnya ,kata Andy SPBU Untuk lebih prioritas melayani masyarakat. Bukan pengusaha penimbun BBM.
Tapi anehnya kata Andy pada malam hari masuk suplai BBM tersebut, tapi besok nya BBM tersebut sudah kosong dan pelayanan SPBU Moyang di tutup cepat. “Tidak sampai malam BBM sudah habis,” terangnya
Ia menduga , ada permainan oknum SPBU dengan para pihak penimbun BBM yang dengan secara sengaja menguntungkan mereka (penimbun-red) dengan syarat harus ada fee yang masuk ke oknum SPBU.
Anehnya lagi , katanya setiap hari karyawan SPBU melayani penimbun BBM dengan jumlah besar tapi belum ada tindakan dari pengawas pertamina dan Polres kotamobagu.
Ia menjelaskan, Oknum SPBU telah melanggar hukum dan dapat di pidana karena dengan sengaja mambantu kejahatan penimbunan BBM yang diduga tanpa ijin.
Ketika di konfirmasi Pemilik SPBU Moyag melalui wilky karnay supervisor mengatakan bahwa sebagian besar pengisian pertalite mempunyai ijin dari desa untuk memenuhi kebutuhan di desa.
Dijelaskannya, dari 5 nosel, 4 untuk kendaraan umum, 1 nosel untuk pengisian galon.
Tapi ketika di tanya awak media ini. apakah pengisian galon peraturan pertamina.? Wilky enggan menjawab, namun kemudian di katakan nya itu kebijakan SPBU. Ini kebijakan kami SPBU ,” Ujarnya singkat
(Venny tuuk)









