Danramil 0804/07 Karangrejo sambut Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak Saat Hadiri Workshop Petani di Desa Sumursongo

Magetan, Jawa Timur, impresinews.com,- Komandan Koramil Tipe B 0804/ 07 Karangrejo Kapten Arm Agus Hariyono menerima Kunjungan Kerja Wakil Gubernur Jawa Timur Dr.H.Emil Elestianto Dardak, B.Bus. M.Sc, di Balai Desa Sumursongo, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Jum’at,(24/09/21).
Kunjungan kerja dalam rangka workshop petani dan pengembangan pertanian organik di Desa Sumursongo juga dihadiri Bupati Magetan Dr.Drs Suprawoto.SH. Msi., Ka Bakorwil Madiun , Kadintan Kabupaten Magetan Ibu Uswatun Kasanah serta Dirut kelembagaan BNI Bapak Sis Apik Wijayanto.
Wakil Gubernur Jatim dalam sambutannya mengatakan, pemuda dan pemudi harus bangga menjadi petani yang canggih, melalui pemuda, regenerasi Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang pertanian akan menjadi profesi yang menjanjikan.
Banyak kreativitas, ilmu pengetahuan dan teknologi yang bisa diterapkan dan dikembangkan di sektor ini.
“Melalui kecanggihan teknologi diharapkan para pemuda dan pemudi semakin tertarik dengan sektor pertanian yang paling banyak menyerap tenaga kerja”. ujar Emil.
Emil menambahkan, melalui pengembangan tanaman organik, para generasi muda mulai bisa melihat dan mengenal dari dekat sebuah benih dalam beberapa waktu bisa berubah menjadi tanaman yang siap bisa dimakan dengan sehat dan alami”.
“Melalui pengamatan serta pengembangan akan bisa menjadi kultur agraris yang muncul secara bertahap. Dengan sebuah tahapan bagaimana generasi muda mulai mencintai lahan-lahan pertanian. “Inilah merupakan pengdibangunkan sebuah kultur yang dibangun secara perlahan oleh generasi muda untuk bisa menjadi pengusaha di sektor pertanian,” ungkap Emil
Wakil Gubernur Jawa Timur ini juga menambahkan, keterbatasan lahan saat ini bukan menjadi alasan, karena dengan menanam melalui sistem hidroponik keterbatasan lahan bisa disiasati.
Jawa Timur luas lahannya hanya 48.000 kilo meter persegi dengan jumlah penduduk saat ini 40 juta orang. Dengan keterbatasan lahan mengolah pertanian tidak bisa tanpa menggunakan teknologi.
“Dengan keterbatasan lahan kalau sektor pertanian tidak menggunakan teknologi akan ketinggalan,” tuturnya.
Oleh sebab itu kata Wagub, tenaga kerja di sektor pertanian diharapkan diregenerasi dengan para pemuda yang menguasai teknologi pertanian. Harapan tersebut terletak pada para pemuda-pemudi yang belajar ilmu pertanian organik”. pangkas Emil.
(Ary)









