Populer

Konsumen Keluhkan Kelangkaan Susu Beruang di Kabupaten Tebo

- Advertisement -

TEBO, impresinews.com – Langkanya susu Bear Brand atau yang lebih dikenal dengan Susu Beruang ini mendadak heboh ditengah masyarakat, karena Susu steril yang berlogo beruang ini telah berdiri sejak tahun 1906 dan dimiliki oleh Nestle.

Susu beruang ini tiba-tiba saja diserbu hingga menjadi barang langka disejumlah daerah ditengah pandemi Covid-19 ini, Susu beruang dianggap memiliki manfaat yang sangat baik bagi tubuh apalagi saat masa pandemi seperti sekarang ini.

Berdasarkan keluhan masyarakat (konsumen-red) terkait kelangkaan Susu Beruang Bear Brand di pasaran Kabupaten Tebo, DPD Jurnalis Online Imdonesia Tebo ikut memonitor menghilangnya Susu Beruang Bear Brand di pasaran Tebo.

Ketua DPD JOIN Kabupaten Tebo, melalui Penasihat JOIN Amir S didampingi Anggota JOIN Donal dikonfirmasi mengatakan, pihaknya menerima keluhan warga tentang kelangkaan Susu Beruang Bear Brand di pasaran Tebo.

Untuk versi keluhan warga atau komsumen di Muara Tebo bahwa Susu Beruang sudah langka sejak beberapa pekan lalu di Indomart serta Alfamart, sedangkan di Rimbo Bujang kelangkaan Susu Beruang sejak empat hari lalu di Q Mart, Rahuyu, Alfamart dan lainnya.

” Benar dekali kelangkaan Susu Beruang di pasaran Kabupaten Tebo, kita minta Dinas Perindurtrian, Perdagangan dan Tenaga Kerja Tebo untuk menelusuri terkait kelangkaan Susu Beruang dimaksud. ” Ujar Amir S Penasihat DPD JOIN Tebo, pada Jumat (30/07/2021).

Dinas Perindagnaker Kabupaten Tebo, melalui Kabid Perdagangan Edi Sopyan dikonfirmasi menyenutkan, pihaknya juga menerima informasi beberapa pekan ini kelangkaan Susu Beruang Bear Brand diwilayah Kabupaten Tebo juga kelangkaan di Kabupaten tetangga Bungo.

” Kita dari Disperindagnaker Kabupaten Tebo Senin besok akan turun kelapangan, guna menelusuri dan mengecek kelangkaan Susu Beruang ke pedagang, apakah kelangkaan ada unsur kesengajaan penimbunan barang atau bagaimana sebenarnya. ” Terang Kabid Perdagangan Tebo. (BG5115LA)

TINGGALKAN KOMENTAR

- Advertisement -

Baca Juga