Bupati Serang Ratu Zakiyah Pastikan Batik Kaserangan dan Kopi Unggulan Berkembang Pesat

KAB SERANG,-Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menegaskan bahwa Kabupaten Serang memiliki banyak UMKM yang menghasilkan berbagai produk yang layak. Di antaranya produk yang terkenal adalah batik Kaserangan dan kopi unggulan di Kabupaten Serang yang terus berkembang pesat.
“Kami ingin memastikan bahwa UMKM yang ada di wilayah Kabupaten Serang Insya Allah berkembang pesat dan produk yang dimiliki sesuai dengan persyaratan yang ditentukan perusahaan bila ingin dipasarkan lebih luas,” kata Bupati Ratu Zakiyah seusai menghadiri Gebyar Produk Ekspor di Swiss-Belinn Hotel, Cikande, Selasa, 23 November 2026.
Dalam Gebyar Produk Ekspor ini ditampilkan berbagai perusahaan ekspor dan UMKM Kabupaten Serang yang menampilkan beragam produk unggulan di antaranya adalah kopi dan batik. “Tadi kita sudah sampaikan ada produk-produk unggulan kami terutama produk kopi dan batik yang kami promosikan. Oleh karena itu di kegiatan ini tadi saya sampaikan, karena tadi juga ada beberapa perusahaan-perusahaan yang sudah mendapatkan surat keterangan ekspor. Maka kami ingin memastikan bahwa UMKM yang ada di wilayah Kabupaten Serang akan berkembang pesat,” katanya.
Kata Bupati, UMKM saat ini butuh dukungan dari Bea Cukai untuk memberikan pendampingan dan kemudahan sehingga produk-produk yang ada dari Kabupaten Serang itu juga bisa mudah untuk ekspor terutama eksportir pemula. “Kami mohon dukungan untuk perbankan supaya para UMKM yang ingin UMKM-nya itu berkembang, itu diberikan kemudahan juga untuk mendapatkan pelayanan, izin, pinjaman untuk para UMKM,” katanya.
Bupati berharap Gebyar Produk UMKM ini dapat memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat, khususnya para UMKM yang ada di wilayah Kabupaten Serang.
“Alhamdulillah meningkat dan tadi juga kita sudah tanya ke beberapa teman-teman yang sudah mendapatkan surat keterangan ekspor mereka sudah mengekspor beberapa produknya baik ke Eropa maupun ke wilayah-wilayah lainnya,” katanya.
Kata Bupati, Pemkab sangat mendukung kegiatan ini dan para pelaku UMKM untuk berkembang. “Insya Allah juga ke depan tidak hanya bisa memasarkan produknya di tingkat lokal saja, tapi juga punya kesempatan untuk menembus pasar global,” katanya.
UMKM diminta harus tetap menjaga kualitas dari produknya, kemudian packagingnya, perizinannya, dan kepastian pasokannya. Sehingga kalau itu semua sudah terjaga maka akan lebih mudah untuk bisa mengekspor hasil-hasil produk usahanya.
Kata Bupati, untuk kopi ada yang sudah ekspor melalui beberapa secara langsung dengan para customer-nya. “Untuk batik kita masih masifkan untuk lokal dulu karena tadi saya sampaikan kepada teman-teman khususnya pada pimpinan perusahaan yang hadir di sini untuk mari kita sama-sama menggunakan produk lokal khususnya batik Kaserangan yang sudah kita dapatkan hak patennya. Ada 12 motif dan itu semua harus kita gunakan khususnya bagi warga yang ada di Kabupaten Serang,” ujarnya.
Kata Bupati mencintai produk lokal sangat penting. “Kalau bukan kita sendiri yang mencintai produk kita, yang membanggakan produk kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Kepada seluruhnya, khususnya pada pimpinan perusahaan untuk menggunakan produk lokal khususnya batik Kaserangan,” katanya.
Kata Bupati, sudah mengeluarkan surat edarannya tinggal penguatan saja. “Kami terus ingatkan untuk teman-teman atau pimpinan perusahaan untuk menggunakan batik Kaserangan sehingga kalau batik Kaserangan banyak yang menggunakan tentu UMKM khususnya produk batik ini bisa menopang perekonomian keluarga,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Kepala Diskoumperindag Adang Rachmat. Kata Adang, di acara ini salah satunya mempromosikan batik dan kopi yang ada di wilayah Kabupaten Serang.
“Kenapa kita melaksanakan itu berbarengan sama ekspor dari perusahaan biar para UMKM atau pelaku usaha baik kopi maupun batik bisa mengikuti cara ekspor atau seperti apa bisa ekspor produk-produk UMKM bisa mengikuti perusahaan-perusahaan yang sudah ekspor,” katanya.
Kata Adang, pihaknya sudah memberikan bantuan kepada barista-barista atau pengusaha-pengusaha kopi yang ada di wilayah Kabupaten Serang. Satu barista 1 gerobak itu lengkap dengan peralatan segala macam dan nanti ditempatkan di tempat-tempat yang strategis untuk jualan kopi itu sendiri.
“Kalau nilai ekspor kita, dari satu perusahaan sudah berapa dolar gitu. Tadi saja yang ekspor untuk sedotan dari plastik itu, ekspor ke China dan Taiwan itu sudah 15 kontainer per bulan. Itu merupakan aset yang sangat bagus sekali,” katanya.
Dalam acara ini ada 69 perusahaan yang ekspor yang diundang. Di antaranya perusahaan yang baru buka ekspor keramik atau kerajinan keramik gelas yang diekspor ke Taiwan dan Abu Dhabi.
“Jadi mereka ekspor tapi cara pengerjaannya itu secara tradisional. Pemolesan-pemolesan dan pewarnaannya untuk keramik itu secara tradisional. Di samping itu juga kita ekspor sepeda. Sepeda perusahaannya ada di wilayah Modern Cikande,” katanya.
Turut hadir para kepala OPD, camat dan perwakilan perusahaan di Kabupaten Serang. Pada kesempatan tersebut dilakukan secara simbolis penyerahan bantuan gerobak kopi kepada 5 barista yang sudah mengikuti pelatihan barista melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang. (ADV)









