Nasional

Tekan Volume Sampah, DLH Kota Serang Kejar Pembentukan 250 Bank Sampah

- Advertisement -

KOTA SERANG,- Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang terus memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan menargetkan pembentukan 250 bank sampah hingga akhir tahun 2026.

Kepala DLH Kota Serang, Farach Richi, mengatakan, hingga saat ini, Kota Serang telah memiliki 114 bank sampah yang tersebar di sejumlah kelurahan. Jumlah tersebut ditargetkan bertambah menjadi 250 unit hingga akhir 2026.

“Alhamdulillah saat ini sudah ada sekitar 114 bank sampah. Dari sebelumnya hanya 67 unit, kenaikannya cukup signifikan. Tahun ini kami menargetkan jumlahnya meningkat hingga sekitar 250 bank sampah,” ujar Farach saat dikonfirmasi di Pemkot Serang, Senin (06/07).

Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi volume sampah yang setiap hari masuk ke Tempat Pemrosesan Sampah Akhir (TPSA) Cilowong. Menurutnya, optimalisasi bank sampah menjadi salah satu strategi utama dalam mengurangi timbulan sampah.

“Melalui bank sampah, masyarakat didorong memilah sampah sejak dari rumah sehingga hanya sampah residu yang dibuang ke TPSA Cilowong,” jelasnya.

Farach menegaskan bahwa persoalan sampah tidak dapat ditangani oleh pemerintah semata. Keberhasilan pengelolaan limbah sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat melalui berbagai program, salah satunya pengembangan bank sampah.

“Penanganan sampah tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah saja. Karena itu kami akan mengoptimalkan peran bank sampah. Nantinya bank sampah akan menjalani proses akreditasi agar memiliki kepercayaan yang lebih besar dari masyarakat,” ujar Farach.

DLH Kota Serang juga akan terus menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik. “Kami mengajak masyarakat untuk bisa memilah dan mengolah sampah dan juga lebih aware terhadap kebersihan lingkungan,” ujarnya.

Terakhir, ia berharap kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat menjadi kunci dalam mewujudkan Kota Serang yang lebih bersih serta mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

TINGGALKAN KOMENTAR

- Advertisement -

Baca Juga