Nasional

Disdukcapil Catat 11.428 Warga Kota Serang Sudah Aktivasi IKD

- Advertisement -

KOTA SERANG,- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Serang terus menggencarkan aktivasi penggunaaan Identitas Kependudukan Digital (IKD) pada masyarakat.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 11.428 warga Kota Serang sudah melakukan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Choerudin, Kepala Bidang Pengelolaan informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Disdukcapil Kota Serang mengatakan, berdasarkan aturan Kemendagri, target IKD tahun 2023 sebesar 25 persen dari jumlah Wajib KTP.

“Kita Memang aturan dari kemendagri itu 25 persen dari dari jumlah Wajib KTP,” kata Choerudin saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jum’at (20/10).

Dimana hingga saat ini, capaian Identitas Kependudukan Digital (IKD) di kota serang masih dibawah 3 persen, dari jumlah total Wajib KTP sebanyak 524.000 di akhir tahun 2022.

“Hingga saat ini capaian IKD kita menuju angka 3 persen. Dari total WKTP 524.000 orang dan 11.428 orang yang sudah melakukan aktivasi IKD,” kata Choerudin.

Choerudin juga mengatakan, kenaikan signifikan pada warga yang melakuaka aktivasi IKD di Kota Serang terjadi pada bulan Maret hingga April 2023.

Hal itu lantaran pihaknya terus melakukan layanan jemput bola di sejumlah Organisasi Perqngkat Daerah (OPD) hingga tenaga pendidik untuk meningkatkan target yang telah ditentukan oleh Kemendagri.

“Kenaikan signifikan itu terjadi di bulan Maret hingga April. Saat itu kita muter ke seluruh OPD dan guru. Saat itu cuman 200 itu cuma internal dari kita, nah di bulan Maret itu tembus hampir 5.000 an,” katanya.

Sejauh ini, kata Choerudin kendala yang terjadi di lapangan karena banyak masyarakat masih belum mengerti terhadap perkembangan kemajuan di era digitalisasi.

“Iya, jadi masyarakat masih belum mengerti terhadap kecanggihan digitalisasi di era sekarang ini,” katanya.

Namun, banyak juga masyarakat yang tidak memiliki telepon seluler lantaran dirasa tidak begitu diperlukan terutama pada masyarakat yang usianya lebih dari 50 tahun dan tinggal di perkampungan.

“Mungkin sekian persennya ada yang tidak mempunyai handphone karena mereka merasa tidak begitu perlu. Apalagi yang tingga di perkampungan” ujarnya mengakhiri.(Nani)

TINGGALKAN KOMENTAR

- Advertisement -

Baca Juga