Populer

Kasus Pencabulan Santriwati Kerap Terjadi, Ini Pesan Kanwil  Kemenag Provinsi Banten 

- Advertisement -

KOTA SERANG,- Kasus pencabulan santriwati dibawah umur oleh pimpinan pimpinan pondok pesantren (ponpes) kerap sekali terjadi di Provinsi Banten.

Menanggapi hal tersebut Encep Safrudin Kabid pendidikan agama dan keagamaan islam  Kanwil Kemenag Provinsi Banten mengatakan bahwa pihaknya hanya sebatas leading sector yang melalukan pembinaan.

“Kemenag itu hanya leading sector saja, dan pembinaan kita terus denga para kiyai dan ustadz ” Kata Encep usai acara empat pilar kebangsaan bagi guru TPQ dan pelantikan pencurus FKPQ Banten, Rabu (08/03)

Hal tersebut dilakukannya guna pihak yang terlibat dalam dunia pengajaran memahami terkait dengan pondok pesantren yang memang mempunyai Arkanul Ma’had.

Encep juga mengatakan bahwa bukan hanya Kemenag yang melakukan pembinaan, tetapi semua unsur harus dipicu untuk terlibat.

“Seperti pada pembinaan dari penyuluh, dari PTP2A, Polsek, Polres dari bagian hukumnya” Jelas encep

Akan tetapi, pertanyaan awak media terkait mengapa udtadz nya begitu dan sebagainya, Encep menjawab bahwa hal tersebut adalah manusiawi.

“Itu kan manusiawi, Kalau menurut saya manusiawi. Ustadz itu harus memberikan contoh sebagai tauladan” terang nya

Sebagai sanksi, Encep mengaku bahwa pihaknya tidak bisa menutup pesantren tersebut karena terkait penutupan, pondok pesantren sendiri yang harus mengajukannya.

“Pondok pesantren itu kalau misalnya mau di tutup itu harus ada pengajuan dari pesantren sendiri. Dalam aturan itu begitu” katanya

“Jadi kita tidak bisa mengumbarkan begitu saja, tapi pesantren itu harus mengajukan pengunduran diri. Jadi kita tidak bisa mengeluarkannya” Kata encep

Encep berharap agar seluruh pemimpin pondok pesantren agar terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan tingkatkan Ahlakul Karimah.

Selaras dengan itu, Masiri ketua FKPQ Banten mengatakan bahwa pihaknya mendorong lembaga yang terbukti melakukan hal tersebut, untuk di cabut izin operasionalnya

“Yang melanggar itu disanksi lah baik secara hukum maupun kekeluargaan” tegasnya

Masiri juga berharap agar kejadian tersebut hanya terjadi sekali dan tidak akan pernah terjadj di lembaga FKPQ Banten.

“Insya allah itu cukup sekali saja dan mudah-mudahan tidak terjadi pada lembaga FKPQ,” harapnya

Karena menurutnya hal tersebut hanya oknum saja yang mencoret nama baik lembaga pendidikan islam (NANI)

TINGGALKAN KOMENTAR

- Advertisement -

Baca Juga