Yulius Umbu Hunggar : Hingga Akhir Tahun 2022 NTT dinyatakan Bebas PMK Alias Zona Hijau

Kupang,-Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Yulius Umbu Hunggar,mengatakan data BNPB menunjukan bahwa ada 27 Provinsi dengan 312 kota tertular Penyakit Mulut dan Kuku(PMK) dan menyerang lebih dari 580 ribu ekor ternak dan hingga akhir tahun 2022 Nusa Tenggara Timur dinyatakan bebas PMK alias zona hijau .
Dikatakan, Provinsi NTT adalah satu-satunya provinsi penghasil ternak yang masih berstatus zona hijau.
“Provinsi NTT adalah satu-satunya provinsi penghasil ternak yang masih berstatus zona hijau,”kata Yulius Kepada wartawan saat coffe morning di Kings Resto rabu,(04/01/2023).
Menurut Yulius sebagai langkah strategis pencegahan penyebaran PMK Gubernur NTT menerbitkan Instruksi Gubernur (INGUB)nomor 01/Disnak/2022 tanggal 13 Mei 2022 dan Revisi ingin nomor 02/Disnak/2022 tanggal 13 agustus tentang pencegahan penyebaran PMK di NTT.
Yulius menjelaskan bahwa perlindungan maksimal terhadap penyebaran PMK dilakukan secara massif di seluruh wilayah tempat-tempat pemasukanatau pengeluaran ternak di NTT.
Ia menambahkan banyak daerah penghasil ternak lainnya yang berstatus zona merah menutup pengeluaran dan pemasukan ternak.
“Kondisi ini juga sangat menguntungkan para peternakan di NTT,”tambahnya.
Dia menyebut sapi NTTdiminati seluruh penjuru indonesia hingga sumatera karena sapi NTT dijamin terbebas dari virus PMK.
Data IQFast tahun 2022 mencatat hewan yang keluar melalui wilayah kerja karantina pertanian kupang total 154.078 ekor dengan rincian rusa 14 ekor,kerbau 1.623 ekor,kambing 46.053 ekor,domba 416 ekor,babi 12.593 ekor dan sapi 93.393 ekor.
“Pada periode awal 2022 sebelum terjadi PMK bukan januari-april pengeluaran hewan rentan seperti sapi,kerbau,kambing,domba,dan babi ternyata sebanyak 35.172 ekor,”rincinya.
Sedangkan rentang waktu Mei-Agustus Yulius menuturkan terjadi peningkatan sebanyak 86,7 persen dari sebelumnya yaitu pengeluaran HRP sebanyak 65.669 ekor.
Yulius menyebut Balai Karantina Pertanian Kupang sebagai wakil Ketua Gugus Tugas PMK terus melakukan intensifikasi dan peningkatan kewaspadaan di wilayah 13 kerja.
“Langkah strategis yang ditempuh kata Yulius antara lain:
1.melakukan kerja kolaborasi lintas instansi melalui oprasi patuh terpadu di pelabuhan laut,bandara,dan PLBNuntyk memeriksa orang yang membawa ternak yang dilarang.
2.melakukan Desinfeksi barang dan orang masuk ke NTT,penggunaan karpet desinfektan,disinfeksi kendang ternak.
3.Peningkatan kapasitas SDM dan Biossecurity laboratorium.
4.Rapat Koordinasi Gus Tugas provinsipemerintah Timor Lestedab BNPB sebanyak 13 kali.
5.Pemenuhan kebutuhan. alat,bahan,perlengkapan laboratorium.
6.Penyebarluasan informasi dan edukasi melalui sosialisasi media social,spanduk,flayer,brosur dll.
7.Penahanan media pembawa HPH/OPTKsebanyak 32 kali media pembawa yang ditolak antarai lain: kambing,babi,anjing,ayam,daging babi,daging sapi,olahandaging unggas olahan.kulit hewan besar,keju,hasil olahan lain seperti susu,mentega.
8.Penolakan pasukan Hewan produk rentan PMK sebanyak 20 kali meliputi media pembawa sapi,babi,kambing,anjing,daging sapi,daging babi,daging sapi olahan,hasil olahraga lainnya yang berasal dari susu,keju dan mentega.
9.Tindakan pemusnahan media pembawa HPHK/OPTKdi PLBN MotaainPLBN Wini,Pelabuhan Tenau,Bolok dan Waikelo sebanyak 15 kali.
Dalam rangka meningkatkan fungsi pengawasan dan kewaspadaan lanjutnya,Karantina Pertanian Kupang senantiasa menjalin koordinasi,sinergitas,dan kerjasama dengan satuan-satuan TNI,Polri,yang ada di seluruh wilayah layanan perkarantinaan kupang.
Selain itu menurut Yulius pencegahan masuk dan tersebarnya penyakit strategiis hewan maupun tumbuhan sangat mempengaruhi perekonomian masyarakat.
“Hal ini membutuhkan kerjasama berbagai pihak.Kerjasama Pentahelix salah satu rencana strategis yangboerlu ditingkatkan dengan melibafkan lima elemenyakni Masyarakat,pemerintah,kelangan pengusaha,komunitas,media dan akademisi,”sebutnya.
Ia menambahkan Penyakit Mulut dan Kuku sangat ditakutkan dunia,mengancam perekonomian dunia dan akan terjadi turbulensi ekonomi. (ARNOLD)









