Klinik Kesembuhan PTPN IV Ajamu Lapuk Kumuh, Aktivis Minta Perhatian Serius

LABUHANBATU, impresinews.com,- Aktivis Pemuda Pesisir Labuhanbatu, Edi Syahputra Ritonga menyoroti kondisi Bangunan Poliklinik Perkebunan (Polikbun) PTPN IV Ajamu yang dinilai tak mencerminkan bangunan pelayanan kesehatan.
Sebagian bangunan terlihat kurang terawat dan tampak kumuh. Lantai dan asbes juga banyak yang rusak dan berlubang.
Mirisnya lagi, kata Aktivis pesisir itu, penanggung jawab Polikbun beralasan bahwa kondisi demikian akibat belum ada realisasi perbaikan.
Edi Syahputra Ritonga menilai bahwa sikap Kepala Polikbun PTPN IV Ajamu dr. Lili Gindra mencerminkan ‘ketidakpedulian’. Seharusnya, kata Edi, Kepala Polikbun mendesak realisasi pengusulan perbaikan kondisi bangunan.
Ia menyebut pihak penanggung jawab Poliklinik semestinya tidak lagi mencari alasan dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Terlebih, tegas Edi, para pasien merupakan karyawan perusahaan Perkebunan PTPN IV itu sendiri.
“Belum direalisasikannya pengusulan itu bukan menjadi alasan untuk perduli terhadap kondisi bangunan,” ujar Edi kepada impresinews.com, Minggu (13/6).
Edi mengaku miris melihat kondisi bangunan Poliklinik tersebut. Ia berharap segera mendapat perhatian serius dari pihak perkebunan, khususnya. Menurutnya dokter lebih ‘menahu’ ihwal kualitas pelayanan kesehatan bagi pasien.
“Kebijakan dan kewenangan ada di tangan Kepala Polikbun sebagai penanggung jawab, jadi sekelas dokter tidak perlu diajari pola pikirnya untuk meningkatkan kualitas Polikbun untuk yang lebih tahu,” tandas.
Sebelumnya, Kepala Polikbun Ajamu, dr. Lili Gindra saat ditemui Awak media, Kamis (10/6) mengaku memiliki keterbatasan kewenangan, setelah usul yang disampaikan pihak Klinik belum direalisasikan.
“Kondisi Polikbun sedang dalam pengusulan untuk perbaikan. Namun, hingga sampai belum di realisasikan, jadi mau gimana lagi,” beber Lili kepada awak Media. (Aiman)









