Hut ke-76 Pemkab Labuhanbatu, Stand Dekranasda Sulap Lidi Jadi Sandal

LABUHANBATU, impresinews.com,- Siapa sangka, lidi yang sering ditemui sehari-hari untuk membersihkan halaman rumah disulap menjadi produk kreatif dengan nilai tambah bagi ekonomi keluarga.
Hal ini dapat ditemui pada Stand Dekranasda pada perayaan HUT Pemkab Labuhanbatu ke-76 yang digelar di eks Pasar Baru, Rantauprapat.
Beragam hasil anyaman lidi apik sentuhan tangan dingin Rahman Sitorus dipamerkan di sana. Dari hiasan dinding, piring, hingga guci dari bahan lidi tersusun di rak pameran.
Para pengunjung juga bisa membawa pulang hasil kreasi Rahman Sitorus, serta para pengrajin lainnya. Namun tentunya harus melunasi nilai rupiah yang sepadan dengan ide kreatifnya.
Harga per unit cukup bervariasi menyesuaikan isi kantong pengunjung, Rahman mengatakan bandrol diselaraskan dengan ukuran anyaman dan kesulitan proses pengerjaan hingga finishing.
“Sebenarnya masih ada banyak lagi jenis kerajinan lainya, namun karena keterbatasan tempat (red, stand) tidak semua kami bawa,” kata Rahman Sitorus yang juga sebagai Koordinator Dekranasda Labuhanbatu, Sabtu (16/10) malam.
Di Hari Jadi ke-76 Pemkab yang dirayakan selama dua hari ini sejak tanggal 16 hingga 17 Oktober ini, stand Dekranasda Labuhanbatu juga memperkenalkan kreasi anyam lidi terbaru.
Kali ini, lidi disulap menjadi Sandal dan Tas Cantik bagi ibu-ibu.
Rahman mengatakan, sandal buatannya bukan hanya sebagai penghuni rak koleksi. Juga bisa dipakai untuk keseharian.
“Bisa dipakai, tapi baiknya untuk di dalam rumah,” ungkapnya.
Ia mengatakan proses penganyaman Sandal lidi terbilang cukup sederhana dibandingkan dengan hasil kreasi lainnya. Kurang dari satu hari ia mampu menuntaskan anyaman sandal lidi dan siap untuk dipasarkan.
Ditanya soal ide mencetuskan karya unik, Pria yang sudah menggeluti kerajinan ayam lidi sejak 2011 lalu itu, mengaku idenya mengalir begitu saja. Bahkan terkadang ketika tengah menganyam ide datang hingga membuatnya terheran.
Pengalaman itu didapatnya, ketika membuat Topi dari lidi kelapa sawit. Tanpa sengaja, dirinya menghasilkan seni terbaru kala itu.
“Waktu saya buat, loh kok jadi Topi. Terus saya kerjakan. Alhamdulillah jadi,” ucapnya sembari tersenyum saat ditemui di depan Stand Deskranada Labuhanbatu.
Kendati begitu untuk lebih menyempurnakan hasil seni anyam, dirinya juga aktif mengikuti study banding ke berbagai provinsi di Indonesia.
Rahman berharap udara segar yang diberikan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu saat ini bisa mampu menggeliat kan karya-karya para pengrajin di Labuhanbatu.
Selain menjadikan sebagai oleh-oleh Khas Kabupaten, ia juga berharap dari kerajinan tangan bisa mendongkrak ekonomi warga. Minimal, kata dia, membantu perekonomian keluarga pengrajin.
Rahman mengungkapkan, saat ini kerajinan anyam lidi dan bambu masih menjadi unggulan produk kreativitas Disperindag Labuhanbatu.
Kepada Impresinews, ia juga mengatakan akan terus melakukan pembinaan atau penyuluhan ke desa-desa yang merupakan bagian dari semangatnya untuk memperkenalkan Labuhanbatu ke Tingkat Nasional maupun Mancanegara dengan kerajinan tangan.
Pengrajin anyam lidi hasil binaannya sudah tersebar ke berbagai desa. Di kesempatannya Rahman juga mengajak para pengrajin untuk tetap produktif menghasilkan karya, dan harus senantiasa memperkenalkan produk terbarunya. (Aiman Ambarita)









