BPBD Kota Serang Imbau Warga Waspadai Potensi Banjir dan Longsor di Musim Kemarau

KOTA SERANG,- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir dan longsor meskipun saat ini masih dalam periode musim kemarau.
Peringatan ini muncul akibat anomali cuaca kemarau basah, yaitu kondisi ketika hujan berintensitas cukup tinggi masih terjadi di tengah musim kemarau. Fenomena ini berpotensi meningkatkan risiko bencana, terutama di wilayah yang sudah terpetakan sebagai zona rawan.
“Mengutip dari BMKG, ini musim kemarau tapi kemarau basah. Jadi dalam kondisi kemarau masih ada hujan, seperti halnya kemarin,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, Rabu (13/08).
Beberapa kecamatan yang paling rawan terhadap banjir adalah Kecamatan Serang dan Kasemen. Selain itu, potensi banjir juga ditemukan di Kecamatan Cipocok Jaya, Kecamatan Walantaka, khususnya bagian utara dan Kecamatan Taktakan, khususnya bagian timur, seperti area Legok.
Menurut Diat, salah satu penyebab utama banjir di Kota Serang adalah meluapnya Sungai Cibanten. Debit air yang besar sering kali tidak tertampung akibat kondisi hulu dan badan sungai yang terganggu.
“Penyebabnya mesti dilihat dari banyak sisi. Mulai dari penggundulan hutan di hulu yang membuat air hujan langsung mengalir ke kali, hingga penyempitan badan sungai karena sampah dan sedimentasi,” paparnya.
Sementara itu, untuk bencana longsor di Kota Serang terfokus di dua kecamatan dengan kontur perbukitan, yaitu Curug dan Taktakan.
“Dengan curah hujan seperti ini memang ada potensi, tapi sejauh ini, alhamdulillah belum ada laporan laporan,” ungkap Diat.
Untuk itu, BPBD Kota Serang telah menyiapkan langkah mitigasi berupa pencegahan dan kesiapsiagaan darurat.
Dari sisi pencegahan, sosialisasi dilakukan secara langsung baik melalui media maupun turun langsung ke lapangan.
“Salah satunya yang sekarang ini sedang mengecek ke Kidemang, kita turun untuk membersihkan Sungai Cibanten yang menjadi salah satu penyebab air meluap,” jelasnya.
Sementara pada tahap kesiapsiagaan darurat, BPBD memastikan seluruh sumber daya siap digerakkan jika bencana terjadi.
“Apabila terjadi banjir, kita sudah siap dari sisi alat, personel, sampai dengan bantuan logistik,” tegas Diat. (Nani)









