Nasional

Tegas, Pemkab Bengkayang Akan Tangkap Pelaku PETI di Intake Madi jika masih beroperasi

- Advertisement -

Bengkayang_Kalbar, Pemerintah Kabupaten Bengkayang menggelar pertemuan secara internal, terkait penanganan Pertambangan Emas Tanpa Ijin ( PETI ) yang diketahui beroperasi masih dikawasan hutan lindung serta mencemari sumber air Perumdam Tirta Bengkayang tepatnya di hulu Intake Madi. Kamis (10/2/2022).

Rapat tersebut di pimpin langsung oleh Wakil Bupati Bengkayang, Syamsul Rizal dan dihadiri oleh Kapolsek Lumar, asisten I, Kepala Dinas Perumahan Rakyat Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRPLH), Direktur Perumdam Tirta Bengkayang, Wakapolres Bengkayang, Ketua DAD Kecamatan Lumar, Danramil Ledo, Camat Lumar, Kepala Desa Tiga Berkat, Danki Zipur, Kepala Satpolpp dan Polhut

Kegiatan yang dilakukan kantor bupati Bengkayang tersebut, membahas mengenai beberapa hal dan apa saja yang harus di persiapan untuk melakukan penertiban aktivitas pertambangan (PETI) yang telah mencemari sumber air bagi ribuan pelanggan Perumdam Tirta Bengkayang.

Menurut data yang dihimpun di Kecamatan Bengkayang dan Kecamatan Lumar ada sekitar 7.149 pelanggan dengan total 35.000 orang jiwa penguna sumber dari PDAM Bengkayang diperkirakan terdampak akibat PETI di perhuluan Intake Madi, desa Tiga Berkat, kecamatan Lumar.

Sementara itu, Direktur Perumdam Tirta Bengkayang, Wardi, juga mengatakan aktivitas PETI yang dilakukan di hulu Intake Madi tersebut mengancam keberadaan air bersih yang saat ini dinikmati masyarakat di daerah Kabupaten Bengkayang.

” Kurang lebih ada 7.149 pelanggan kami di kota Bengkayang dan sekitar kecamatan Lumar. Kami dari Perumdam Tirta Bengkayang sebelumnya juga sudah berkoordinasi dengan Kepolisian dan Polhut serta Pemkab Bengkayang dalam penanganan masalah ini PETI di Intake Madi ini. Permintaan saya tegas agar pelaku di tangkap,” terang Direktur Perumdam Tirta Bengkayang, Wardi.

Dipertemuan sebelumnya Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, juga meminta agar pelaku PETI di hulu Intake Madi tersebut di tindak tegas.

“Jika tidak ada yang mampu, biar saya tindak para pelaku itu,” kata Bupati Bengkayang dengan tegas.

Ia menjelaskan PAM sumber air di hulu Intake Madi Itu adalah aset daerah yang harus dijaga, karena sudah puluhan miliar dana habis untuk pembangunan tersebut.

” Jika di ukur sekarang tidak akan mampu lagi kita bangunnya,” ujar Sebastianus Darwis.

Saat rapat berlangsung, Wakil Bupati Syamsul Rizal menerangkan kalau Air bersih tersebut adalah untuk memenuhi kebutuhan orang banyak. Dan ia menyayangkan PETI yang beroperasi di Intake Madi tersebut, karena hampir 100 persen warga Bengkayang mengkonsumsi air bersih yang bersumber dari intake madi.

” Untuk itu, kami tidak akan toleransi terhadap pelaku PETI di Intake Madi itu. Dan kami akan lakukan upaya penegakan hukum terkahir untuk menangkap pekerja jika tak hentikan kegiatannya. Pada rapat hari ini kita juga sudah berkoordinasi dengan pihak terkait agar segera dengan cepat dilakukan penindakan,” ucap Wabup Syamsul Rizal.

(Tino)

TINGGALKAN KOMENTAR

- Advertisement -

Baca Juga